Purbaya: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, MBG Terus Dievaluasi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur yang stabil dan tidak mengarah pada krisis.
Menurut dia, pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang hati-hati sembari mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjalankan berbagai program prioritas nasional.
Purbaya mengatakan sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan perkembangan yang positif meski tantangan global masih membayangi.
“Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi berbagai aktivitas ekonomi masyarakat sehingga pemerintah terus berupaya memperkuat sektor riil agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas.
Selain itu, inflasi disebut tetap terkendali, sementara pergerakan nilai tukar rupiah lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dibanding perubahan fundamental ekonomi nasional.
Baca Juga: Program MBG Prabowo Tak Akan Berhenti, Tegas Hashim
APBN Disebut Tetap Sehat
Purbaya juga memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga dengan baik.
Menurut dia, pemerintah bersama otoritas terkait terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Ia mengatakan defisit APBN masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan undang-undang, sementara rasio utang pemerintah tetap dalam kategori aman.
“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81% dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3%. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” jelas Purbaya.
Program MBG dan Koperasi Merah Putih Dievaluasi
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyinggung pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Ia mengatakan pemerintah terus melakukan evaluasi agar berbagai program tersebut berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Menurut dia, setiap program baru umumnya menghadapi tantangan pada tahap awal pelaksanaan sehingga penyempurnaan dan pengawasan perlu terus dilakukan.
Pemerintah, kata dia, telah melakukan efisiensi anggaran, memperkuat mekanisme pengawasan, serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi pelaksana.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” terang Purbaya.
Baca Juga: Dampak PHK Tokopedia Diungkap GoTo, Bagaimana?
Ia juga menegaskan Kementerian Keuangan selalu menyampaikan analisis risiko fiskal dan dampak anggaran dalam setiap pembahasan kebijakan strategis di tingkat kabinet sebagai bahan pertimbangan Presiden.
Selain itu, reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan disebut terus diperkuat, termasuk upaya pemberantasan penyimpangan di sektor perpajakan dan kepabeanan.
“Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih,” pungkas dia.
