GoTo Ungkap Dampak PHK Tokopedia terhadap Kinerja Perusahaan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkap dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan Tokopedia terhadap kinerja perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kabar penyesuaian organisasi di Tokopedia yang berada di bawah kendali TikTok sejak akhir 2023.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO saat ini masih memiliki 24,99 persen saham Tokopedia, sementara 75,01 persen saham lainnya dimiliki ByteDance, induk perusahaan TikTok.
Baca Juga: GoTo Ungkap soal Soal PHK Tokopedia, Pegang 24,99 Persen Saham
GoTo Pastikan Tak Ada Dampak Material
Direktur GOTO Simon Tak Leung Ho mengatakan perseroan tidak memperkirakan adanya dampak material terhadap laba bersih akibat langkah penyesuaian organisasi yang dilakukan Tokopedia.
Selain itu, biaya layanan e-commerce yang diterima GOTO dari Tokopedia juga disebut tidak akan terpengaruh.
“Khususnya terkait dengan berita mengenai rencana penyesuaian organisasi oleh PT Tokopedia, berdasarkan estimasi perseroan tidak terdapat dampak material terhadap bagian perseroan atas laba/(rugi) bersih PT Tokopedia. Tidak akan ada dampak apapun terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima perseroan dari PT Tokopedia,” terang Simon dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (4/7/2026).
Menurut dia, dampak finansial yang mungkin timbul hanya terbatas pada akun laba bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.
Hal tersebut karena investasi GOTO di Tokopedia dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228.
“Perseroan mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan PSAK 228, investasi pada entitas asosiasi dan Ventura Bersama. Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap Perseroan hanya akan terbatas,” jelasnya.
Baca Juga: Rumor PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia Direspons TikTok
TikTok Akui Sedang Lakukan Penyesuaian Organisasi
Sementara itu, TikTok selaku pemegang saham mayoritas Tokopedia mengakui tengah melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (research and development/R&D).
Perusahaan tidak mengungkap jumlah karyawan yang terdampak dalam proses tersebut.
“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” ujar Juru Bicara TikTok dalam pernyataan yang dikutip Jumat (3/7/2026).
Kabar PHK massal sebelumnya muncul melalui unggahan akun Instagram @ecommurz yang menyebut ByteDance melakukan pengurangan karyawan besar-besaran di Tokopedia dan hanya menyisakan sekitar 10 persen pegawai pada awal Juli 2026.
Menanggapi isu tersebut, TikTok menegaskan bahwa penyesuaian organisasi dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok.
Tokopedia sendiri beberapa kali dikaitkan dengan isu efisiensi tenaga kerja sejak TikTok mengakuisisi mayoritas saham perusahaan pada akhir 2023. Restrukturisasi disebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan strategi bisnis di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat.
