Timnas Cape Verde Disambut Bak Pahlawan Usai Ukir Sejarah Piala Dunia
Keberhasilan tim nasional Cape Verde mencuri perhatian dunia pada ajang Piala Dunia mendapat sambutan luar biasa setibanya di ibu kota Praia, Minggu (5/7/2026). Ribuan warga turun ke jalan menyambut skuad berjuluk Blue Sharks (Hiu Biru) yang mencatat sejarah pada penampilan perdana mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Meski harus mengakui keunggulan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 2-3 melalui babak perpanjangan waktu pada laga 32 besar di Miami, Jumat (3/7/2026), perjuangan Cape Verde dinilai sebagai pencapaian bersejarah.
Negara kepulauan di Afrika Barat dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa itu berhasil menembus fase gugur, melampaui berbagai prediksi sebelum turnamen dimulai.
Baca Juga : Iran Tetapkan Tarif Baru di Hormuz, Negara Sahabat Dapat Keistimewaan
Setibanya di Praia, rombongan pemain langsung diarak dari bandara menuju sejumlah titik di kota. Antusiasme masyarakat yang memadati jalan-jalan utama membuat iring-iringan sempat mengalami keterlambatan.
Suporter yang mengenakan atribut berwarna biru dan membawa bendera nasional terus memenuhi sepanjang rute sambil bernyanyi, menari, dan memainkan musik.
Besarnya jumlah warga yang hadir membuat agenda kunjungan tim ke Majelis Nasional terpaksa dibatalkan dan dijadwalkan ulang pada Senin (6/7/2026).
Perayaan kemudian berlanjut ke kawasan Pantai Kebra Kanela yang dipenuhi ribuan pendukung. Momen kepulangan tim juga bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Cape Verde dari Portugal pada 1975, sehingga suasana perayaan menjadi semakin meriah.
“Setelah para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan kita, sekarang kita memiliki para pahlawan ini… Hiu Biru,” kata suporter bernama Edmilson Correia (28) kepada wartawan AFP di bandara.
Di tengah keramaian, banyak pendukung berusaha melihat lebih dekat para pemain favorit mereka, termasuk kiper Vozinha dan Sidny Lopes Cabral.
“Gol luar biasanya melawan Argentina,” ujar Ivan Goncalves, bocah berusia 12 tahun yang mengaku sangat mengidolakan Cabral.
Presiden Cape Verde Beri Apresiasi
Rangkaian penyambutan ditutup dengan kunjungan resmi tim ke Istana Presiden pada Minggu malam.
Presiden Cape Verde, Jose Maria Neves, memberikan apresiasi atas pencapaian tim nasional dengan menyampaikan candaan yang disambut tawa para tamu.
“Argentina menang, tetapi Cape Verde berjaya. Kalau pertandingan Cape Verde vs Argentina adalah yang paling banyak ditonton di Piala Dunia, Anda bisa yakin itu bukan karena Argentina,” seloroh Neves.
Dukungan juga datang dari Menteri Kebudayaan dan Olahraga Antonio Duarte. Ia menilai keberhasilan tim dan pelatih telah mengangkat citra Cape Verde di panggung sepak bola internasional.
Pelatih Cape Verde, Bubista, menegaskan bahwa pencapaian timnya merupakan hasil kerja keras, bukan keberuntungan.
“Kami menunjukkan bahwa kualifikasi Piala Dunia kami bukan karena keberuntungan. Kami menunjukkan kerja keras dan ketahanan, dan kami meninggalkan Amerika Serikat dengan kepala tegak,” tegas Bubista setelah mendarat di Praia.
Baca Juga : Prabowo Sepakati Kerja Sama Strategis dengan Singapura
Sementara itu, penjaga gawang Vozinha mengaku masih belum sepenuhnya menyadari besarnya dampak dari perjalanan bersejarah timnya.
“Sekarang, saya hanya berpikir untuk beristirahat, dan kita lihat apa yang terjadi selanjutnya.”
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Cape Verde, Mario Semedo, menilai keberhasilan tersebut akan membawa tantangan baru bagi tim nasional.
“Tantangannya pasti akan lebih besar. Saya rasa kita semua akan termotivasi dan siap menghadapi tantangan tersebut,” pungkas Semedo.

[…] Timnas Cape Verde Disambut Bak Pahlawan Usai Ukir Sejarah Piala Dunia […]
[…] Timnas Cape Verde Disambut Bak Pahlawan Usai Ukir Sejarah Piala Dunia […]
[…] Timnas Cape Verde Disambut Bak Pahlawan Usai Ukir Sejarah Piala Dunia […]