Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz, Negara Sahabat Dapat Keistimewaan
Iran berencana menerapkan skema baru bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, termasuk mengenakan biaya layanan setelah berakhirnya masa bebas tarif yang disepakati dalam kesepakatan awal dengan Amerika Serikat (AS).
Kebijakan tersebut muncul di tengah berlangsungnya negosiasi untuk mencapai penyelesaian permanen konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, Iran dan AS menyepakati kapal-kapal komersial dapat melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari sebagai bagian dari kesepakatan awal untuk mengakhiri perang.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai aturan yang akan berlaku setelah periode bebas biaya tersebut berakhir.
Baca Juga: Anggaran Pendidikan Tahun Ini Naik Jadi Rp769 T, Ini Prioritasnya
Iran juga telah mencabut blokade di jalur pelayaran strategis itu setelah tercapainya kesepakatan awal dengan Washington.
Iran dan Oman Susun Aturan Baru di Selat Hormuz
Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, mengatakan negaranya tengah bekerja sama dengan Oman untuk menyusun mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan Fazli dalam Forum Perdamaian Dunia di Beijing, Sabtu (4/7/2026).
“Sebagai negara lokasi Hormuz merupakan bagian dari wilayah perairannya, kami pasti akan mengenakan biaya,” ujar Fazli dalam sambutannya, dilansir dari AFP.
Ia menegaskan bahwa biaya yang dimaksud merupakan biaya layanan yang akan digunakan untuk mendukung pengelolaan jalur pelayaran tersebut.
Menurut Fazli, skema baru itu akan mencakup aspek keamanan, pengawasan lalu lintas kapal, hingga penanganan dampak lingkungan akibat tingginya aktivitas pelayaran.
“Pengaturan baru ini akan menyangkut jaminan keamanan jalur melalui Selat Hormuz, pengawasan jalur kapal, dan jaminan serta penanganan dampak lingkungan dari banyaknya kapal yang masuk,” terang dia.
Fazli juga mengisyaratkan adanya perlakuan khusus bagi negara-negara yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Iran.
“Kami pasti akan mempertimbangkan perlakuan khusus bagi negara-negara yang bersahabat dengan kami dan secara khusus mendukung kami selama masa-masa sulit,” tambah dia.
Baca Juga: Dugaan PHK Tokopedia DIcek Said Iqbal, Pemerintah Turun Tangan
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia yang menjadi rute pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global.
Jalur tersebut sempat ditutup oleh Iran selama konflik di Timur Tengah berlangsung, yang kemudian memicu lonjakan harga energi dunia.
Hingga kini, proses negosiasi untuk mencapai penyelesaian permanen konflik masih terus berjalan.
