Lebih 100 Demonstran Anti-NATO Ditahan Jelang KTT Turki
Aparat kepolisian Turki menangkap lebih dari 100 orang yang mengikuti aksi longmars menolak NATO pada Minggu (5/7/2026). Demonstrasi tersebut digelar menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang dijadwalkan berlangsung di Ankara pada pekan ini.
Mengutip dari Reuters, Senin (6/7/2026), Partai Komunis Turki (TKP) menyatakan penangkapan terjadi ketika massa berupaya menggelar aksi di Alun-Alun Kizilay, Ankara. Dalam pernyataannya, TKP menyebut lebih dari 100 anggotanya, termasuk sejumlah pengurus dan administrator partai, diamankan aparat dan dibawa ke pusat penahanan.
Video yang beredar memperlihatkan para demonstran mengibarkan bendera sambil meneriakkan slogan-slogan penolakan terhadap NATO. Polisi antihuru-hara kemudian membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata setelah situasi memanas.
Baca Juga : Iran Tetapkan Tarif Baru, Negara Sahabat Dapat Keistimewaan
“Pembunuh NATO, keluar dari negara kami,” teriak para demonstran di tengah kepulan gas air mata.
“Tidak ada jalan bagi NATO,” sahut kelompok pengunjuk rasa lainnya di lokasi yang sama.
Turki dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT NATO yang akan mempertemukan para pemimpin dari 32 negara anggota beserta negara-negara mitra pada Selasa dan Rabu mendatang.
Menjelang penyelenggaraan forum tersebut, aparat keamanan memperketat pengamanan di Ankara dengan melarang seluruh bentuk demonstrasi, memasang barikade di sejumlah titik strategis, serta menutup beberapa ruas jalan utama.
Aksi Serupa Digelar di Istanbul
Gelombang demonstrasi juga berlangsung di Istanbul. Ratusan orang melakukan longmars dari Alun-Alun Taksim menuju Dolmabahce, sementara dua aksi lainnya digelar oleh kelompok kiri di kawasan Kadikoy.
Meski mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan, demonstrasi di Istanbul berlangsung tanpa bentrokan.
“Hari ini kami berkumpul di banyak wilayah di Turki untuk melayangkan protes menentang NATO,” ungkap Sekretaris Jenderal TKP Kemal Okuyan dalam orasinya di kota Istanbul.
“Kami mengatakan bahwa kami tidak akan menyerahkan Ankara kepada para pendukung NATO, bahwa kami tidak akan membiarkan Ankara bungkam, dan kami telah memenuhi janji itu,” lanjut Kemal Okuyan.
Baca Juga : Bahlil Ungkap Harga Masih Jadi Kendala di Ekspor Listrik
Penindakan aparat tersebut menuai kritik dari sejumlah tokoh oposisi, termasuk Tuncer Bakirhan dari Partai DEM dan Kemal Kilicdaroglu dari Partai CHP. Mereka menilai pemerintah membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dengan dalih pengamanan KTT NATO.
Sementara itu, pihak kejaksaan Turki menyatakan operasi yang dilakukan bertujuan menindak aktivitas kelompok militan radikal dan tidak berkaitan dengan penyelenggaraan KTT NATO.
“Negara ini telah sepenuhnya diubah menjadi pusat penahanan dengan menggunakan KTT NATO sebagai alasan,” kecam Bakirhan melalui akun pribadinya di platform X.
“Kita sedang hidup melewati hari-hari di mana hukum darurat militer tidak dinyatakan secara resmi.”

[…] Lebih 100 Demonstran Anti-NATO Ditahan Jelang KTT Turki […]
[…] Lebih 100 Demonstran Anti-NATO Ditahan Jelang KTT Turki […]