Netanyahu Bantah Trump Jadi Satu-satunya Sekutu Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yang menyebut Presiden Donald Trump sebagai satu-satunya sekutu kuat Israel.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (5/7/2026), Netanyahu mengakui Trump merupakan sahabat terbesar yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih.
Namun, dia menegaskan Israel masih memiliki banyak mitra dan pendukung di dunia.
Sebelumnya, Vance mengkritik sikap pemerintah Israel yang mempertanyakan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Vance mengatakan, jika dirinya berada di kabinet Israel, ia tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih dimiliki negara itu, yakni AS di bawah kepemimpinan Trump.
Menanggapi hal tersebut, Netanyahu menyatakan tetap menghormati Vance. Namun, ia tidak sependapat dengan pandangan tersebut.
“Donald Trump adalah sahabat besar, bahkan sahabat terbesar yang pernah kami miliki di Gedung Putih. Saya sepenuhnya berdiri di belakang pernyataan itu. Tetapi kami juga memiliki banyak teman lainnya,” tutur Netanyahu, dilansir dari The Hill.
Baca Juga: Skorsing Balogun dicabut FIFA, Dunia Sepak Bola Heboh
Netanyahu Klaim Banyak Negara Tetap Dukung Israel
Netanyahu menyebut India sebagai salah satu negara yang memberikan dukungan besar kepada Israel.
Ia juga mengklaim banyak pemimpin dunia secara pribadi menghubunginya meski menghadapi tekanan opini publik yang kritis terhadap Israel.
Menurut dia, sejumlah negara tetap ingin menjalin kerja sama dengan Israel di berbagai bidang, mulai dari pertahanan hingga teknologi.
“Banyak pemimpin menelepon saya dan mengatakan bahwa mereka menghadapi masalah opini publik, tetapi tetap menghormati Israel. Mereka ingin membuat kesepakatan dengan kami, belajar dari militer kami, serta memanfaatkan keahlian kami di bidang AI dan siber,” papar Netanyahu.
Ia bahkan mengklaim Israel merupakan salah satu negara terdepan dalam bidang keamanan siber. Karena itu, banyak negara masih tertarik bekerja sama dengan negaranya.
“Hubungan kami tidak seperti yang terlihat. Kami punya banyak, banyak teman,” tegas dia.
Netanyahu Tegaskan Hubungan dengan Trump Tetap Kuat
Netanyahu juga membantah anggapan bahwa hubungannya dengan Trump sedang memburuk.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump sempat melontarkan kritik terhadap operasi militer Israel di Iran dan Lebanon.
Meski demikian, Netanyahu menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar di antara sekutu dekat.
“Amerika tidak memiliki sekutu yang lebih besar daripada Israel, dan Israel tidak memiliki sekutu yang lebih besar daripada AS,” ujar Netanyahu.
Ia mengatakan dirinya dan Trump memiliki tujuan yang sama, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Menurut dia, Trump percaya jalur diplomasi dan perundingan dapat menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya.
Meski demikian, Netanyahu menegaskan Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir selama dirinya masih menjabat sebagai perdana menteri.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Trump telah sepakat untuk segera bertemu di Washington guna membahas berbagai isu strategis.
Baca Juga: Kontrak Senjata Bernilai Miliaran Dolar Diumumkan NATO
Khawatir Dukungan Publik AS Menurun
Di sisi lain, Netanyahu mengaku khawatir terhadap menurunnya dukungan publik Amerika Serikat terhadap Israel.
Menurut dia, tren tersebut terlihat terutama di kalangan pemilih muda Partai Republik.
Netanyahu menuding penurunan dukungan itu dipengaruhi kampanye di media sosial yang dijalankan melalui jaringan bot dari sejumlah negara. Namun, ia tidak menyebut negara yang dimaksud.
Meski demikian, ia optimistis hubungan strategis antara Israel dan AS akan tetap kuat.
Menurut dia, hubungan kedua negara tidak hanya dibangun atas dasar kepentingan bersama, tetapi juga kesamaan nilai dan tujuan.

[…] Netanyahu Bantah Trump Jadi Satu-satunya Sekutu Israel […]