Prabowo Targetkan RI Kejar India dan Brasil soal Bioetanol
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mempercepat pengembangan bahan bakar nabati (BBN) berbasis bioetanol sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi nasional.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengikuti jejak India dan Brasil dalam pemanfaatan etanol sebagai campuran bahan bakar bensin.
Hal itu disampaikannya saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Prabowo mengatakan Indonesia saat ini sudah memiliki kemampuan untuk menuju penerapan E10 atau bensin dengan campuran 10 persen etanol.
Bahkan, kadar campuran tersebut dinilai bisa ditingkatkan hingga E20.
Bahan baku bioetanol sendiri dapat berasal dari berbagai komoditas pertanian, seperti tetes tebu atau molase, sorgum, singkong, aren, hingga jagung.
Baca Juga: Sidang Kabinet Digelar Prabowo, Bahas Evaluasi Program
Prabowo Minta Pembangunan Hingga 50 Pabrik Bioetanol
Untuk mendukung percepatan program tersebut, Prabowo mengaku telah memutuskan pembangunan puluhan pabrik bioetanol baru di Indonesia.
“Saya melihat pameran tadi sudah mampu menuju E10, etanol 10, jadi bensin nanti dicampur 10% etanol, tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik, tadi pabriknya yang kita miliki baru 1 pabrik, tadi saya putuskan kita bangun minimal 30 pabrik kalau perlu sampai 50 pabrik,” tutur Prabowo.
Ia kemudian membandingkan perkembangan penggunaan bioetanol di beberapa negara.
Dia pun menilai Indonesia tidak boleh tertinggal dari India maupun Brasil yang telah lebih dahulu mengembangkan bahan bakar berbasis etanol.
“India sudah E20, India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia gak bisa, Indonesia bisa kan? bisa ? bisa,” ujar dia.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup untuk mencapai kemandirian energi.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis terhadap kemampuan bangsa dalam mengembangkan energi terbarukan.
“Yang gak mau gak papa, duduk aja. Duduk aja nonton, ya tapi jangan membebek kepada kekuatan asing terus. Indonesia jelek, Indonesia apa, Indonesia gelap, kalau pakai kacamata gelap ya gelap terus,” kata dia.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Pertamina New & Renewable Energy (NRE) John Anis juga menjelaskan perkembangan bioetanol di sejumlah negara kepada Presiden Prabowo.
Baca Juga: China Diajak Airlangga Bangun Pabrik dan Perkuat Investasi
Dalam paparannya, John menunjukkan bahwa Brasil telah menerapkan E100 atau bahan bakar yang sepenuhnya berbasis etanol.
Sementara India telah menjalankan kebijakan E20 secara nasional.
“Nah ini contoh produknya Pak sudah ada yang… ini contoh E100 Pak. Kemudian ini… ini E100 Pak. Brasil. E100 Pak. Kalau India E20 Pak,” kata John.
Ia menambahkan, Indonesia saat ini masih berada pada tahap E5 atau campuran etanol sebesar 5 persen.
Program tersebut baru diterapkan di sekitar 170 outlet yang tersebar di Jakarta dan Jawa Timur.
“India udah E20 Pak, jadi kita nggak mau kalah Pak, kita harus kejar mereka. Kita baru E5 Pak. Jadi ini E5 di 170 outlet kami di Jawa Timur dan di Jakarta,” pungkas dia.

[…] Prabowo Targetkan RI Kejar India dan Brasil soal Bioetanol […]