Prabowo Target Pangkas 700 BUMN, Hemat hingga Rp 80 Triliun
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah terus melakukan konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui penutupan dan penggabungan sejumlah perusahaan.
Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 250 BUMN telah ditutup atau digabungkan sebagai bagian dari program restrukturisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Baca Juga:
Menurut dia, jumlah BUMN yang semula mencapai 1.077 entitas ditargetkan berkurang menjadi maksimal 350 entitas pada akhir 2026.
Dengan demikian, sekitar 700 BUMN diperkirakan akan ditutup, digabungkan, atau dikonsolidasikan.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Danantara yang dinilainya berhasil menjalankan proses konsolidasi dalam 18 bulan pertama operasional lembaga tersebut.
“Mereka (Danantara) menyanggupi laporan ke saya Pak (Luhut), Desember 31 tahun 2021 jumlah BUMN kita dari 1.077 (BUMN) akan maksimal 350 (BUMN). Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger kita konsolidasikan,” tutur dia.
Ia pun menjelaskan bahwa pengurangan jumlah BUMN berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan.
Dari 250 BUMN yang telah ditutup atau digabungkan, pemerintah memperkirakan penghematan biaya operasional rutin mencapai sekitar Rp 50 triliun.
Baca Juga: Diungkap Purbaya, Ini Alasan RI Berpeluang Jadi Pusat AI Asia
Penghematan tersebut berasal dari berbagai pos pengeluaran, mulai dari gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, pembayaran listrik, transportasi, hingga pelaksanaan rapat kerja.
Jika target pengurangan hingga 700 BUMN tercapai pada akhir tahun, nilai efisiensi yang diperoleh diperkirakan akan meningkat lebih besar lagi.
“Desember 31, saya kira ini angka penghematan akan bisa naik bisa-bisa mendekati Rp 70 triliun – Rp 80 triliun,” pungkas dia.
