Bank of China Pimpin Penerbitan Panda Bond Indonesia
Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan penerbitan perdana obligasi berdenominasi yuan atau panda bond di pasar keuangan China.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan sekaligus memperkuat hubungan keuangan antara Indonesia dan China.
Berdasarkan dokumen yang dikutip Reuters, Selasa (22/7/2026), pemerintah telah menunjuk sejumlah lembaga keuangan untuk mengatur penerbitan panda bond tersebut.
Dalam skema tersebut, Bank of China dipercaya sebagai lead underwriter sekaligus lead bookrunner.
Sementara itu, China International Capital Corporation (CICC), CITIC Securities, DBS Bank China, dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) ditunjuk sebagai joint lead underwriters dan joint bookrunners.
Baca Juga: Wali Kota New York Ancam Tangkap Netanyahu, Kenapa?
Meski demikian, realisasi transaksi tetap akan mempertimbangkan kondisi pasar saat penerbitan dilakukan.
Penerbitan panda bond menjadi langkah baru bagi Indonesia untuk mengakses pasar obligasi domestik China yang memiliki likuiditas besar.
Melalui instrumen ini, pemerintah dapat memperoleh pendanaan langsung dalam mata uang yuan dari investor di China.
Purbaya Sebut Dukungan China Sangat Kuat
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah telah memperoleh dukungan kuat dari People’s Bank of China (PBOC) atau bank sentral China terkait rencana penerbitan panda bond.
Menurut Purbaya, dukungan tersebut diperoleh setelah dirinya melakukan serangkaian pertemuan dengan berbagai pihak selama kunjungan kerja di Beijing.
Ia mengatakan pertemuan dilakukan dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap Indonesia.
“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, Kamis (18/6/2026).
Purbaya menambahkan, pemerintah juga meminta dukungan terkait percepatan proses penerbitan panda bond kepada otoritas China.
Baca Juga: Stok Rudal Amerika Menipis, Perang Besar Iran Terancam Batal?
“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” kata Purbaya.
Menurut dia, penerbitan panda bond merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan.
Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan nasional.
