Trump Ancam Iran Bakal Bayar “Berkali-kali Lipat” Usai Tentara AS Tewas
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi yang jauh lebih besar setelah sejumlah personel militer AS tewas dalam konflik yang masih berlangsung dengan Republik Islam tersebut.
Pernyataan itu disampaikan menyusul bertambahnya korban di pihak militer AS selama akhir pekan. Hingga kini, sedikitnya 17 tentara Amerika dilaporkan tewas sejak perang pecah hampir lima bulan lalu.
Dari jumlah tersebut, dua personel dipastikan meninggal dunia akibat serangan rudal Iran yang menghantam pangkalan militer AS di Yordania. Sementara itu, satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Baca Juga : Presiden Iran Sebut Akan Perang Penuh saat Konflik Memanas
“Setiap kali Iran membunuh tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat atas pembunuhan tersebut,” tulis Trump dalam pernyataan di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (21/7/2026).
“Arahan ini telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Pemimpin Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, serta setiap pemimpin militer,” ujarnya.
AS dan Iran Saling Tingkatkan Serangan
Peringatan Trump muncul ketika militer AS terus menggempur sejumlah target di Iran melalui serangan udara, yang sebagian besar difokuskan ke wilayah selatan negara tersebut.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan terhadap berbagai fasilitas dan pangkalan yang digunakan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pentagon mengonfirmasi sedikitnya tiga anggota militer AS meninggal dunia selama akhir pekan, yakni dua personel di Yordania dan satu prajurit lainnya di Irak bagian utara.
IRGC Klaim Bertanggung Jawab
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bertanggung jawab atas serangan rudal yang menghantam pangkalan militer AS di Yordania. Klaim tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi IRGC pada Sabtu (18/7).
Baca Juga : Perang Iran Bikin Panik, Harga Bensin AS Melejit
Akhir pekan lalu menjadi salah satu periode paling mematikan bagi pasukan AS sejak perang dengan Iran dimulai pada Februari. Sebelumnya, pada Maret, sedikitnya enam tentara Amerika juga dilaporkan tewas setelah serangan drone Iran menghantam pangkalan militer AS di Port Shuaiba, Kuwait.
Berdasarkan data resmi pemerintah AS, sekitar 430 personel militer telah mengalami luka-luka sejak konflik berlangsung.
Namun, angka tersebut belum diperbarui dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, CBS News, mengutip sumber pejabat AS, melaporkan hampir 100 tentara Amerika kembali mengalami luka akibat serangan Iran sepanjang Juli 2026.
