Trump Sempat Kesal ke Netanyahu Jelang Pertemuan di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku sempat meluapkan kekesalannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang pertemuan keduanya di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2026).
Kekesalan itu dipicu oleh bocornya rencana pembahasan mengenai program nuklir Iran ke media sebelum pertemuan berlangsung.
Mengutip Reuters, Trump mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan program Fox & Friends.
Ia mengaku tidak senang setelah muncul laporan bahwa Netanyahu akan membahas fasilitas bawah tanah Gunung Pickaxe yang berada di dekat salah satu lokasi nuklir utama Iran.
Baca Juga: Presiden FIFA Dipanggil Kongres AS, Trump Kenapa?
Trump mempertanyakan alasan informasi tersebut disampaikan kepada publik lebih dahulu.
“Mengapa tidak langsung memberi tahu saya? Mengapa harus mengumumkannya kepada seluruh dunia?” ujar dia.
Sebelumnya, New York Post melaporkan, mengutip sumber di Yerusalem, bahwa Netanyahu diperkirakan akan menyerahkan laporan intelijen kepada Trump.
Laporan itu menyebut Iran tengah memperkuat fasilitas nuklir di Gunung Pickaxe dan tidak benar-benar berniat mencapai kesepakatan damai.
Hingga kini, kantor Netanyahu belum memberikan tanggapan atas pernyataan Trump tersebut.
Trump dan Netanyahu Tetap Tampilkan Hubungan Akrab
Meski sempat diwarnai ketegangan, kedua pemimpin tetap menunjukkan hubungan yang hangat setelah pertemuan berlangsung.
Dalam video yang diunggah di media sosial, Netanyahu menyebut pertemuannya dengan Trump sebagai pembicaraan yang luar biasa.
Menurut dia, diskusi tersebut berlangsung dalam semangat kemitraan yang kuat serta memiliki tujuan bersama untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Foto yang diunggah kantor Netanyahu di platform X juga memperlihatkan Trump dan Netanyahu duduk berdampingan di Ruang Oval sambil tersenyum.
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pertemuan Trump dengan Netanyahu maupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berlangsung positif dan produktif.
Baca Juga: Diintai Ancaman Ekonomi, Malaysia Terdesak Reformasi
Hubungan Trump dan Netanyahu Dinilai Sedang Diuji
Reuters menilai insiden kebocoran informasi tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Trump dan Netanyahu tengah menghadapi tekanan.
Situasi itu muncul ketika Gedung Putih disebut frustrasi karena belum ada kemajuan menuju penyelesaian konflik dengan Iran.
Di sisi lain, sebagian pendukung Trump juga mengkritik kemungkinan keterlibatan AS yang lebih dalam di Timur Tengah.
Hubungan kedua pemimpin juga sempat memanas pada Juni lalu. Dalam percakapan telepon yang kemudian bocor ke media dan dikonfirmasi Trump, Presiden AS itu disebut menyebut Netanyahu “sudah gila” karena tetap melanjutkan serangan ke Lebanon di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran.
Selain membahas Iran, keduanya juga diperkirakan mendiskusikan perluasan Abraham Accords, yakni kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan yang dimediasi Trump pada masa jabatan pertamanya.
Trump juga berharap Arab Saudi bergabung dalam kesepakatan tersebut.
Namun, Riyadh hingga kini masih menolak selama belum ada kejelasan mengenai pembentukan negara Palestina.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan itu, Netanyahu juga datang ke Washington dengan harapan memperoleh dukungan Trump menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

[…] Trump Sempat Kesal ke Netanyahu Jelang Pertemuan di Gedung Putih […]