Trump Ungkap Pernyataan Lengkap soal Kesepakatan Gaza
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merilis pernyataan lengkap mengenai kesepakatan yang diklaim dicapai oleh Board of Peace (BoP) terkait pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza.
Melalui unggahan di Truth Social yang juga dipublikasikan akun Instagram White House, Trump menyebut kesepakatan tersebut menjadi langkah penting menuju perdamaian di Gaza. Ia juga mengatakan wilayah itu nantinya akan dikelola oleh pemerintahan Palestina yang baru.
Trump menjelaskan pelaksanaan kesepakatan akan dilakukan secara bertahap. Setelah proses pelucutan senjata selesai, pasukan Israel disebut akan ditarik dan digantikan Pasukan Stabilisasi Internasional yang bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru.
Ia juga menegaskan ancaman yang muncul dari Gaza pada 7 Oktober tidak akan dibiarkan terulang.
Baca Juga: Diinginkan Prabowo, Seluruh Kendaraan di RI Beralih ke Listrik
Berikut Pernyataan Lengkap Donald Trump
“Hari ini, Board of Peace (Dewan Perdamaian) berhasil mencapai kesepakatan bersejarah untuk melakukan pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ini merupakan langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan.
Kesepakatan ini menjadi langkah krusial agar Gaza pada akhirnya dapat dikelola oleh pemerintahan Palestina yang baru, yang akan bekerja sama secara erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina. Pada saat yang sama, Israel akan memperoleh keamanan yang layak mereka dapatkan, karena Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror.
Ini merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan Trump 20-Point Plan.
Kesepakatan ini akan dijalankan melalui tahapan-tahapan yang telah disusun secara cermat. Seiring dengan rampungnya proses pelucutan senjata, pasukan Israel akan ditarik, sementara Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru untuk bertanggung jawab menjaga keamanan Gaza bagi para penduduknya maupun negara-negara di sekitarnya.
Satu tahun lalu, kawasan ini dilanda perang yang berkecamuk, krisis kemanusiaan, dan para sandera yang ditahan dalam kondisi yang sangat kejam. Kita telah mencapai kemajuan yang bersejarah, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para mediator, Mesir, Qatar, dan Turki, atas upaya penting yang telah mereka lakukan. Saya juga memberikan apresiasi khusus kepada tim saya yang luar biasa, yang bekerja tanpa lelah hingga terobosan bersejarah ini dapat terwujud.
Ancaman yang muncul dari Gaza pada 7 Oktober tidak akan dibiarkan bangkit kembali.
Berdasarkan kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya akan berada di bawah pemerintahan Palestina yang baru, yang benar-benar mengabdi kepada rakyatnya.
Selamat kepada semua pihak atas perkembangan luar biasa ini, yang sebelumnya dikatakan banyak orang mustahil untuk dicapai.”
Sementara itu, dokumen yang diperoleh Al Jazeera menyebut Hamas dan sejumlah faksi Palestina telah menyetujui rancangan peta jalan pelucutan senjata. Dokumen tersebut mengatur penyusunan rencana implementasi dalam waktu 14 hari, dengan kemungkinan diperpanjang jika disetujui badan verifikasi internasional.
Anggota delegasi negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan pembahasan berlangsung panjang.
“Negosiasi ini berlangsung alot dan sulit, dan kami berupaya mencapai formula terbaik yang dapat direalisasikan,” kata dia.
Baca Juga: KAI Diminta Prabowo Investasi, Ribuan Perlintasan Disorot
Meski demikian, Hamas menegaskan kesepakatan hanya akan dijalankan apabila Israel juga memenuhi kewajibannya, termasuk menarik pasukan dari Gaza dan mendukung proses rekonstruksi wilayah tersebut.
Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tersebut.
Di sisi lain, kelompok Jihad Islam Palestina menyatakan laporan mengenai adanya kesepakatan seluruh faksi Palestina dengan Israel belum sepenuhnya akurat karena masih terdapat sejumlah keberatan terhadap isi rancangan yang beredar.
