PFII Bisa Tarik Investasi Rp500 Triliun, Purbaya Ungkap Strateginya
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dapat menjadi magnet baru bagi investor asing. Ia memperkirakan nilai investasi yang masuk berpotensi menembus Rp500 triliun, bahkan lebih besar apabila berbagai insentif yang disiapkan pemerintah mampu menarik investor global.
“Kalau itu menarik dan berhasil mungkin bisa lebih besar daripada itu (Rp500 triliun),” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga : 17 Diungkap sebagai Sekolah Nasional Terintegrasi, Ini Daftarnya
Meski demikian, Purbaya menyebut angka tersebut masih berupa perkiraan awal. Proyeksi yang lebih konkret nantinya akan dihitung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang juga berperan dalam menyediakan modal awal untuk pengembangan PFII.
“Itu nanti Danantara yang hitung,” tegasnya.
Purbaya Sebut PFII Tak Bikin Negara Rugi
Purbaya memastikan pembangunan PFII tidak akan menjadi beban bagi keuangan negara. Hal tersebut tetap berlaku meskipun pemerintah berencana memberikan sejumlah insentif perpajakan untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut bagi investor internasional.
Ia menjelaskan, fasilitas seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) tidak bisa disebut sebagai kehilangan penerimaan negara. Pasalnya, aktivitas ekonomi yang nantinya muncul di PFII sebelumnya belum tersedia.
“Kan sebelumnya enggak ada. Jadi enggak ada potensi loss. Kira-kira potensi loss-nya nol,” tegas Purbaya.
PFII dirancang sebagai kawasan yang berfungsi sebagai pusat keuangan berstandar internasional. Pemerintah berharap keberadaan kawasan tersebut dapat membuka akses lebih besar terhadap arus modal global sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai lokasi investasi di kawasan.
Baca Juga : BGN Bikin Aturan Baru, Perketat Pengawasan MBG
Saat ini, pemerintah masih menyusun sejumlah aspek terkait pembentukan PFII. Pembahasan tersebut mencakup kelembagaan, lokasi kawasan, hingga bentuk insentif dan fasilitas yang akan diberikan kepada investor.
Dengan dukungan modal awal dari Danantara, pemerintah berharap PFII tidak hanya mampu meningkatkan masuknya investasi asing, tetapi juga memperkuat sektor keuangan nasional dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam jangka panjang.
