Indonesia Siap Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia
Indonesia berencana mengekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang disepakati menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Perum Bulog menyebut rencana ekspor itu menunjukkan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat. Hal ini juga menjadi bukti bahwa beras produksi dalam negeri mulai mampu menembus pasar internasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, ekspor tersebut merupakan hasil dari peningkatan produksi petani. Kondisi itu juga didukung kebijakan pemerintah dan pengelolaan pangan yang baik.
“Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kami menunjukkan kapasitas Indonesia untuk menembus pasar internasional dengan stok yang melimpah, yang merupakan hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan pengelolaan yang tepat,” kata Ramdhani di Jakarta, Sabtu (16/8/2026), yang dikutip Antara.
Pernyataan itu disampaikan setelah Bulog menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Malaysia, Padi dan Beras Borneo, di Jakarta pada Jumat (14/8/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Baca Juga: Jenderal Iran Yakin Bisa Perang Lawan AS sampai Trump Lengser
Stok Beras Pemerintah Capai 5,2 Juta Ton
Ramdhani mengatakan kerja sama ekspor tersebut menjadi hadiah menjelang perayaan HUT ke-81 RI. Kesepakatan itu juga menunjukkan sistem pangan nasional semakin tangguh.
Menurut dia, kondisi tersebut didukung ketersediaan pasokan beras domestik yang memadai. Dengan begitu, Indonesia memiliki ruang untuk mulai memperluas pasar ke luar negeri.
Peningkatan produksi beras dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang memungkinkan ekspor dilakukan.
Saat ini, cadangan beras pemerintah disebut mencapai sekitar 5,2 juta ton. Sebagai tahap awal, Bulog akan mengirimkan 1.000 ton beras premium ke Malaysia.
Pengiriman tersebut menjadi ekspor perdana dalam kerja sama yang baru disepakati kedua pihak.
Ramdhani mengatakan volume ekspor dalam kerja sama tersebut diharapkan meningkat secara bertahap. Targetnya mencapai 200.000 ton per tahun.
Meski membuka peluang ekspor, Bulog tetap menempatkan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas.
“Menjaga ketahanan pangan nasional tetap menjadi prioritas utama Bulog,” ujar dia.
Ramdhani juga menegaskan komitmen Bulog untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra. Kerja sama tersebut mencakup mitra dalam dan luar negeri, termasuk lembaga pemerintah.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, kerja sama tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia.
Baca Juga: Israel Tolak Peta Jalan Pemulihan Gaza, Dikecam Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor beras ke Malaysia menjadi simbol meningkatnya kepercayaan diri Indonesia dalam sektor pangan.
“Dengan stok mencapai sekitar 5,2 juta ton, kita mulai berbicara tentang ekspor. Perkembangan ini membuktikan bahwa Indonesia semakin kuat dan semakin percaya diri,” kata Amran setelah penandatanganan kesepakatan.
Ia memastikan rencana ekspor tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan beras untuk masyarakat di dalam negeri.
Pemerintah, kata dia, tetap memastikan cadangan pangan nasional berada pada tingkat yang aman sebelum membuka peluang ekspor ke pasar internasional.
