Trump Kurangi Latihan Militer AS-Korsel, Ada Apa?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan rencana untuk mengurangi secara signifikan latihan militer bersama dengan Korea Selatan. Trump mengaitkan keputusan tersebut dengan hubungannya yang disebut sangat baik dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, seperti dilansir BBC.
Trump juga menyebut keputusan itu berkaitan dengan kekecewaannya terhadap Seoul yang menolak permintaan AS untuk terlibat dalam upaya denuklirisasi Iran.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu (16/8/2026), Trump mengatakan Korea Selatan baru-baru ini menolak ajakannya untuk bergabung dalam upaya denuklirisasi Iran. Ia juga menyoroti besarnya biaya yang harus ditanggung Washington untuk menggelar latihan militer tahunan di Semenanjung Korea.
Baca Juga : Iran Soroti Peran Indonesia dalam Persatuan Dunia Islam
“Latihan-latihan ini tidak hanya mahal, dengan sebagian besar biayanya ditanggung oleh AS (seperti biasa), tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak tepat dan bersifat bermusuhan,” tulis Trump.
Trump kemudian mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons Korea Selatan ketika diminta membantu AS menghadapi persoalan Iran.
“Meskipun agak tidak berhubungan, baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Iran, dan mereka menjawab, ‘iidak, terima kasih’,” ungkap Trump.
Latihan Militer AS-Korsel Tetap Berjalan
Meski berencana mengurangi latihan militer bersama Korea Selatan, Trump mengatakan latihan tahunan yang dijadwalkan dimulai pada Senin (17/8/2026) sudah terlambat untuk dibatalkan.
Pernyataan tersebut muncul kurang dari 24 jam setelah Trump mengunggah foto lama dirinya bersama Kim Jong Un pada 2019. Dalam unggahan itu, Trump kembali menggambarkan hubungannya dengan pemimpin Korea Utara tersebut sebagai hubungan pertemanan yang baik, meski mengakui ekspresi Kim dalam foto terlihat tidak ramah.
Sikap Trump menunjukkan adanya perubahan pendekatan terhadap latihan militer bersama Seoul sekaligus menjadi sinyal kekecewaan terhadap sekutu yang tidak bersedia memberikan dukungan langsung dalam konflik AS dengan Iran.
Trump sebelumnya juga mengkritik sejumlah sekutu lain yang dinilai enggan terlibat dalam konflik Iran, termasuk Jepang, Perancis, dan Inggris.
Baca Juga : Jenderal Iran Sebut Bisa Perang Lawan AS sampai Trump Lengser
Saat ini, AS menempatkan sekitar 28.500 personel militer di Korea Selatan. Trump telah berulang kali mempersoalkan besarnya biaya keberadaan pasukan tersebut dan menilai Washington memberikan jaminan keamanan kepada Seoul tanpa memperoleh imbalan yang sepadan.
Korea Selatan Kaji Pernyataan Trump
Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House menyatakan masih mempelajari pernyataan Trump mengenai latihan militer bersama kedua negara.
Seoul juga berharap hubungan baik antara Washington dan Pyongyang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang dialog yang lebih serius.
Sementara itu, Korea Utara belum memberikan tanggapan resmi mengenai rencana Trump tersebut.
