Malaysia Naikkan Kuota BBM Subsidi Jadi 300 Liter
Pemerintah Malaysia kembali menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat. Kebijakan tersebut diambil untuk membantu mengurangi beban biaya hidup yang meningkat di tengah ketidakpastian harga minyak dunia.
Penambahan kuota dilakukan melalui Program Budi MADANI RON95 (BUDI95). Pemerintah kini menetapkan kuota BBM bersubsidi sebesar 300 liter per bulan untuk setiap individu yang memenuhi persyaratan, naik dari sebelumnya 200 liter.
Kebijakan tersebut sekaligus mengembalikan kuota BUDI95 ke level sebelumnya. Pada 26 Maret lalu, pemerintah Malaysia memangkas kuota dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan mulai 1 April 2026 sebagai dampak konflik di Asia Barat.
Baca Juga : Korut Murka AS Jual Rudal ke Korea Selatan
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan perubahan tersebut akan memberikan manfaat kepada lebih dari 16 juta pengguna RON95 bersubsidi. Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato Hari Kebangsaan di Putrajaya International Convention Centre (PICC), Minggu (30/8/2026).
“Sementara itu, lebih dari setengah juta pemilik kendaraan pikap dan jip berbahan bakar diesel yang memenuhi syarat akan menerima hingga 400 liter Budi Diesel per bulan,” katanya, dikutip dari laporan Kantor Berita Malaysia, Bernama.
Sementara itu, harga RON95 bersubsidi tetap dipertahankan sebesar RM1,99 per liter.
Anwar mengatakan keputusan untuk meningkatkan kembali kuota BUDI95 dan BUDI Diesel dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan tekanan biaya hidup yang semakin dirasakan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan respons segera tanpa harus menunggu penyampaian anggaran pemerintah pada Oktober mendatang.
“Tekanan biaya hidup tidak menunggu hingga Oktober, dan dunia usaha perlu berkembang sekarang; mereka tidak dapat menunggu hingga Oktober,” ujarnya.
Ia menilai berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah selama ini belum sepenuhnya mampu mengurangi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah merasa perlu memberikan tambahan dukungan melalui kebijakan subsidi BBM.
“Manfaat dari pertumbuhan ekonomi negara harus dikembalikan kepada rakyat,” katanya.
Kuota BBM Baru Berlaku 1 September
Menteri Keuangan Malaysia mengatakan peningkatan kuota BBM bersubsidi tersebut akan mulai diterapkan pada 1 September 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup.
Pemerintah juga menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya ditujukan bagi kelompok berpendapatan rendah. Kelompok masyarakat berpendapatan menengah hingga tinggi juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam kebijakan subsidi tersebut.
Baca Juga : Netanyahu Semakin Perluas Pemukiman di Tepi Barat, Tuai Kecaman
“Ada kekhawatiran mengenai kondisi kelompok M40, ada yang mengatakan kami terus berfokus pada B40… tetapi di bawah pemerintahan MADANI, kami harus memperhatikan semua pihak,” katanya.
Menurut Menteri Keuangan Malaysia, subsidi bensin dan diesel selama ini menjadi salah satu bentuk bantuan yang manfaatnya dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat. Termasuk kelompok M40 maupun T20.
Pemerintah Malaysia bahkan mengalokasikan anggaran hingga RM40 miliar untuk subsidi bensin dan diesel.
Sebagai informasi, M40 dan T20 merupakan klasifikasi kelompok masyarakat berdasarkan pendapatan rumah tangga di Malaysia. M40 merujuk pada kelompok masyarakat berpendapatan menengah, sedangkan T20 merupakan kelompok dengan pendapatan rumah tangga tertinggi.
