Trump Sebut Serangan Iran ke Negara Teluk Bawa Untung
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menilai serangan Iran terhadap sejumlah negara Teluk pada awal konflik justru memberikan keuntungan strategis bagi Washington. Menurutnya, aksi tersebut membuat Iran kehilangan dukungan yang sebelumnya dimiliki di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Minggu (30/8/2026) malam.
Baca Juga : Putin dan Xi Ketemu di KTT SCO, Bahas Tekanan AS ke Iran
Sejumlah negara yang disebut menjadi sasaran Iran antara lain Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait.
“Semua orang terkejut. Saya juga terkejut. Saya pikir itu hal yang sangat bagus karena mereka kehilangan semua dukungan yang mereka miliki,” kata Trump.
Trump Tegaskan Iran Tidak Boleh Punya Senjata Nuklir
Dalam wawancara yang sama, Trump kembali menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir. Ia memperingatkan bahwa kepemilikan senjata tersebut dapat memicu kehancuran besar di kawasan.
“Saya pikir Timur Tengah pada dasarnya akan lenyap, tetapi Israel pasti akan lenyap,” kata Trump.
Trump juga kembali mengklaim bahwa keberadaan dirinya sebagai presiden AS menjadi faktor penting bagi kelangsungan Israel.
“Jika saya bukan presiden, Israel akan lenyap. Tidak akan ada Israel, dan mungkin tidak akan ada Timur Tengah,” ujarnya.
Menurut Trump, ancaman tidak hanya akan berhenti di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut AS maupun negara-negara Eropa berpotensi menjadi target berikutnya apabila Iran berhasil memiliki senjata nuklir.
“Saya kira kami akan menjadi berikutnya, atau Eropa, atau di suatu tempat,” kata Trump.
Trump Klaim Iran Mengalami Kerusakan Besar
Trump juga mengeklaim bahwa strategi militer dan tekanan ekonomi yang diterapkan Washington telah memberikan dampak besar terhadap Iran.
Ia memuji efektivitas blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta tekanan finansial yang disebutnya telah memperburuk kondisi ekonomi Teheran.
“Blokade itu luar biasa,” kata Trump.
Menurut Trump, tekanan finansial yang diberikan AS turut memperlemah kondisi Iran hingga membuat negara tersebut berada dalam situasi yang sangat sulit.
Trump bahkan mengeklaim kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan parah.
“Angkatan laut mereka sudah habis. Angkatan udara mereka sudah habis. Para pemimpin mereka sudah habis. Semua pertahanan antipesawat mereka—maksud saya, semuanya sudah dihancurkan,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump mengakui Iran masih memiliki kemampuan untuk bertahan menghadapi tekanan tersebut.
“Mereka orang-orang yang tangguh,” katanya.
Trump sebelumnya juga berulang kali menyatakan bahwa AS telah memberikan pukulan besar terhadap Iran. Ia bahkan menyebut belum pernah ada negara yang menerima serangan seperti yang dilancarkan Washington.
UEA Nilai Strategi Iran Gagal
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, pejabat Uni Emirat Arab (UEA) menilai strategi Iran yang menargetkan negara-negara Arab di Teluk dan Yordania justru gagal mencapai tujuannya.
Baca Juga : Rudal Balik Menggempur, AS-Iran Kembali Saling Serang
Penasihat Presiden UEA, Anwar Gargash, menyampaikan pandangannya melalui akun X pada Senin (31/8/2026), seperti dikutip The Jerusalem Post.
“Keadaan tanpa perang maupun damai bukanlah solusi yang berkelanjutan,” tulis Gargash.
Ia menilai penyelesaian konflik membutuhkan pendekatan politik yang realistis. Menurutnya, langkah tersebut harus diawali dengan upaya deeskalasi serta pemulihan kembali aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia dan memiliki peran penting bagi perdagangan energi global.

[…] Trump Sebut Serangan Iran ke Negara Teluk Bawa Untung […]