AS-Iran Kembali Saling Serang, Rudal Balik Menggempur
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara terlibat aksi saling serang untuk pertama kalinya sejak akhir Juli. AS melancarkan serangan ke sasaran di Pulau Larak, kawasan Selat Hormuz, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania serta penembakan drone Washington.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan AS menyasar dua peluncur roket yang berada di Pulau Larak.
Serangan tersebut dikonfirmasi sebagai operasi militer pertama AS terhadap wilayah Iran sejak Presiden Donald Trump menghentikan sementara kampanye militernya pada akhir Juli. BBC melaporkan, Senin (31/8/2026), serangan itu menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.
Baca Juga : Mojtaba Ajak Negara Teluk Hadapi Musuh Bersama
Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC melaporkan bahwa serangan AS dilancarkan menggunakan drone. Sementara itu, Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) membenarkan bahwa pihaknya melakukan tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan peletak ranjau yang dinilai menimbulkan ancaman nyata terhadap pelayaran di Selat Hormuz.
IRGC kemudian mengklaim berhasil menembak jatuh drone milik AS di atas Selat Hormuz sebagai respons atas serangan tersebut.
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Yordania
Beberapa jam setelah serangan di Pulau Larak, media pemerintah Iran memuat pernyataan resmi IRGC yang mengonfirmasi peluncuran rudal balistik ke dua pangkalan militer AS di Yordania, yakni King Hussein dan al-Azraq.
IRGC mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas, termasuk infrastruktur teknis, fasilitas perawatan, serta lokasi penempatan jet tempur. Namun, pihak Yordania menyatakan militernya berhasil mencegat delapan rudal yang memasuki wilayah udaranya pada Senin pagi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan perang, tetapi tetap akan membalas setiap serangan terhadap negaranya.
“Kami tidak mencari perang, tetapi kami akan memberikan respons tegas kepada para agresor,” ujar Pezeshkian, sebagaimana dikutip media pemerintah dari laporan AFP.
Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi turut mengecam serangan Washington. Ia menilai keputusan pemerintahan Trump sebagai langkah berbahaya dan sebuah kesalahan strategis.
“Musuh akan membayar konsekuensi dari salah kalkulasi ini, baik di bidang ekonomi maupun militer,” tutur Mohebbi.
Trump Unggah Video Ledakan Infrastruktur Minyak
Di tengah eskalasi tersebut, Trump mengunggah sejumlah video di platform Truth Social beberapa jam setelah serangan. Video-video itu diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan menampilkan ledakan besar yang menghantam infrastruktur minyak.
Baca Juga : Prabowo Tegaskan RI Kurangi Utang, Pilih Bunga Rendah
Salah satu unggahan Trump diberi keterangan, “Pulau Kharg diledakkan hingga hancur berkeping-keping”.
Sebelumnya, Trump juga mengklaim seluruh ranjau yang dipasang Iran di Selat Hormuz telah diledakkan atau disingkirkan. Ia bahkan memperingatkan bahwa kapal yang mencoba memasang ranjau baru akan dihancurkan.
Namun, klaim tersebut dibantah Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi. Ia menyebut pernyataan mengenai pembersihan ranjau di Selat Hormuz sebagai bentuk penipuan propaganda.

[…] AS-Iran Kembali Saling Serang, Rudal Balik Menggempur […]