Setahun Jadi Menkeu, Purbaya: Pusing, Tapi Hasilnya Lumayan
Purbaya Yudhi Sadewa genap setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) pada Selasa (8/9/2026). Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya mengaku satu tahun terakhir berlalu begitu cepat lantaran dirinya terus menghadapi berbagai dinamika perekonomian.
Baca Juga: OpenAI Rilis GPT-6 Astra, AI yang Dapat Operasikan Komputer
Sejumlah tantangan yang dihadapinya antara lain perang Amerika Serikat (AS)-Iran, perang dagang AS-China, hingga penurunan outlook peringkat kredit obligasi pemerintah dari Stabil menjadi Negatif oleh Moody’s dan Fitch.
Meski menghadapi berbagai tekanan, Purbaya menilai kondisi ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik selama dirinya menjabat sebagai bendahara negara.
“Bikin pusing terus-terusan hampir tiap hari. Nggak terasa 1 tahun, karena mikir terus. Tapi yang penting hasilnya lumayan lah. Paling nggak ekonominya masih lumayan bagus. Namun ke depan akan makin cepat,” kata Purbaya saat ditemui wartawan di gedung DPR RI, Senin (7/8/2026).
Ke depan, Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat. Ia berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2026 bisa mendekati 6 persen, sesuai target yang juga dicanangkan Presiden Prabowo untuk 2027.
“Target tahun ini kita dorong di triwulan IV-2026 mendekati, lebih cepat lah ke arah 6%,” terang Purbaya.
Menurut Purbaya, jika target pertumbuhan pada kuartal IV-2026 dapat tercapai, pertumbuhan ekonomi pada 2027 berpeluang meningkat lebih cepat.
Baca Juga: Qatar Disebut Netanyahu Musuh, Bela Serangan ke Doha
“Tahun depan mudah-mudahan target 6% bisa tercapai, mudah-mudahan bisa lebih, karena kita sudah mengerti sekarang. Dalam setahun kami lakukan semacam eksperimen kan, mana yang bisa, mana yang nggak,” ujar Purbaya.
Ia mengatakan berbagai evaluasi dan pembenahan yang dilakukan selama setahun terakhir diharapkan menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.
“Sekarang sudah kita beresin semua, seharusnya tahun depan bisa tumbuh lebih cepat lagi. Apalagi program Presiden Prabowo amat real dan pokoknya akan signifikan ke ekonomi,” tuturnya.
