Iran Ancam Blokade Teluk Persia, AS Hadapi Perang Ekonomi
Iran meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara kedua negara. Teheran mengancam akan membatasi pergerakan kapal komoditas di kawasan Teluk Persia hingga Selat Hormuz.
Ancaman tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, melalui akun X miliknya pada Selasa (8/9/2026). Ia mengatakan Iran tengah menyiapkan zona eksklusi maritim sebagai respons terhadap sanksi serta blokade yang diberlakukan AS.
“Dalam beberapa hari terakhir, Washington telah menerima peringatan jelas dari rudal baru Iran. Perang ekonomi akan dibalas dengan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga batas blokade,” tulis Rezaei.
Baca Juga : Harga Minyak Dunia Naik, AS Serang Kembali Kapal Tanker Iran
Ia juga mengungkapkan adanya perubahan dalam strategi operasional Iran terhadap aset militer Amerika Serikat.
“Sikap operasional terhadap kapal perang dan pangkalan AS telah dikalibrasi ulang secara fundamental,” sambungnya, sebagaimana dilansir Reuters.
Iran Siapkan Koridor Pelayaran Baru di Hormuz
Ancaman terhadap jalur pelayaran strategis tersebut bukan pertama kali disampaikan Rezaei.
Dalam pernyataannya di televisi pemerintah pada Minggu (6/9/2026), ia mengatakan wilayah terlarang yang direncanakan Iran akan membentang dari titik blokade AS hingga kawasan Teluk Persia.
Kapal yang memasuki wilayah tersebut tanpa memperoleh izin dari Iran disebut akan dikenai sanksi. Teheran juga berencana merilis peta mengenai koridor pelayaran baru di Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
Upaya Amerika Serikat untuk kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz hingga kini masih menghadapi hambatan. Gangguan terhadap lalu lintas kapal yang kembali terjadi pada pekan ini turut memperlambat pengiriman komoditas melalui jalur strategis tersebut.
Sebelum perang pecah, Selat Hormuz menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global diketahui melewati kawasan tersebut.
Ancaman Hormuz Bisa Tekan Harga Energi
Terhambatnya aktivitas kapal pengangkut komoditas berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap pasar energi global. Gangguan pasokan dari salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia dapat meningkatkan tekanan terhadap harga energi.
Situasi tersebut juga berpotensi menjadi persoalan politik bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik. Kenaikan harga energi serta dampaknya terhadap perekonomian dapat menjadi isu penting menjelang pemilihan anggota Kongres AS pada November mendatang.
Trump merespons tekanan tersebut melalui platform media sosial Truth Social. Ia meyakini harga minyak akan mengalami penurunan tajam jika AS berhasil memenangkan perang melawan Iran.
“Harga minyak akan turun drastis, seperti halnya harga barang lain yang turun (bahkan lebih banyak), ketika kita menang dalam perang melawan Iran,” tulis Trump.
“Tiga dollar AS per galon, tetapi pada akhirnya di bawah dua dollar AS per galon. Semuanya akan terjadi dengan cepat, dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” lanjut Trump.
Target Trump di Iran Belum Tercapai
Sementara itu, perang Iran yang dijalankan pemerintahan Trump melalui Operation Epic Fury belum sepenuhnya mencapai sasaran yang sebelumnya ditetapkan Washington.
Baca Juga : Bela Serangan Doha, Netanyahu Sebut Qatar Negara Musuh
Operasi tersebut memiliki sejumlah tujuan, mulai dari menghentikan program nuklir Iran, mengurangi kemampuan Teheran dalam melakukan serangan terhadap negara-negara tetangga, hingga menciptakan kondisi yang dapat mendorong pergantian kepemimpinan Iran.
Namun, hingga kini pemerintahan Iran masih bertahan. Teheran juga tetap menuntut agar sanksi ekonomi terhadap negaranya dicabut.
Iran bahkan berencana mengenakan biaya terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Jika rencana tersebut diterapkan, aktivitas pelayaran di jalur energi strategis itu berpotensi menghadapi tekanan yang semakin besar.
Perkembangan tersebut membuat Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial dalam konflik Iran dan AS, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

[…] Iran Ancam Blokade Teluk Persia, AS Hadapi Perang Ekonomi […]