Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Baru Ditelepon Istana Pagi
Suahasil Nazara resmi menduduki posisi Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (14/9/2026) sore.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Prabowo membacakan sumpah jabatan yang kemudian diikuti Suahasil.
“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya,” ujar Prabowo diikuti oleh Suahasil, Senin (14/9/2026).
Namun, sebelum resmi dilantik sebagai Menkeu, Suahasil mengungkap proses singkat yang dilaluinya hingga ditunjuk menggantikan Purbaya.
Suahasil Baru Ditelepon Istana pada Senin Pagi
Suahasil mengatakan dirinya baru menerima pemberitahuan mengenai penunjukan sebagai Menkeu pada Senin pagi, beberapa jam sebelum pelantikan berlangsung.
Baca Juga : Arab Saudi Semakin Terjepit, Pilihan Hadapi Houthi atau Mundur
Ia menyebut penunjukan tersebut sebagai bentuk kepercayaan Presiden untuk membantu menjaga pengelolaan keuangan negara.
“Semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden. Pertanyaan mengenai proses, saya disampaikan tadi pagi, dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini, seperti itu,” ujar Suahasil.
Setelah mendapat pemberitahuan tersebut, Suahasil kemudian menghadap Prabowo di Istana sebelum mengikuti prosesi pelantikan.
“Ditelepon oleh Istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden,” ucapnya.
Belum Berkomunikasi dengan Purbaya
Suahasil juga mengungkapkan bahwa dirinya belum berkomunikasi dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebelum dilantik menjadi Menkeu.
Ketika ditanya mengenai komunikasi dengan Purbaya pada hari pelantikan, Suahasil menjawab singkat.
“Enggak ada. Hari ini nggak ada,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan proses pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan dilakukan melalui koordinasi yang baik.
Menurut Suahasil, koordinasi dengan Purbaya diperlukan agar proses transisi berjalan lancar dan pekerjaan Kemenkeu tetap berlanjut.
“Transisi saya pasti harus kita koordinasikan dengan baik dan setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa,” jelas Suahasil.
Prabowo Beri Arahan Jaga Keuangan Negara
Setelah resmi menjadi Menkeu, Suahasil mengungkapkan arahan utama yang diberikan Prabowo kepadanya.
Ia mengatakan Presiden meminta dirinya memastikan kondisi keuangan negara tetap sehat sekaligus menjaga kredibilitasnya.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil.
Suahasil menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu instrumen penting dalam menjalankan program prioritas pemerintah.
Karena itu, ia menilai APBN tidak hanya harus berada dalam kondisi sehat, tetapi juga harus memiliki kredibilitas sehingga dapat dipercaya.
“Karena itu APBN-nya harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” ujarnya.
Suahasil Lanjutkan Pengelolaan Keuangan Negara
Suahasil menyatakan dirinya bersama jajaran Kemenkeu akan melanjutkan pekerjaan yang selama ini berjalan, terutama dalam menjaga stabilitas keuangan negara dan ekonomi nasional.
Ia menilai penunjukan sebagai Menkeu merupakan amanah besar karena dirinya dipercaya mengemban tugas untuk sisa masa jabatan pemerintahan 2024-2029.
Baca Juga : Suahasil Nazara Sah Jadi Menkeu, Ini Profil Lengkapnya
“Bapak Presiden tadi melantik saya sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024- 2029. Nah, tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden dan dari negara Republik Indonesia kepada saya dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut dan semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan,” ujar Suahasil.
Dengan pergantian tersebut, Suahasil kini bertanggung jawab melanjutkan pengelolaan APBN serta menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara di tengah agenda ekonomi pemerintahan Prabowo.
