Qodari: Prabowo Hadiri KTT BRICS untuk Kepentingan Nasional
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, bukan sekadar memenuhi undangan.
Menurut Qodari, kehadiran Prabowo dalam forum tersebut dilakukan untuk memperkuat kepentingan nasional dan memperluas kerja sama Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS.
Kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
“Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan,” ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Purbaya Tak Lagi Jadi Menkeu, Sebut Mau Mancing
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ingin Didikte
Qodari menyoroti salah satu pernyataan Prabowo dalam KTT BRICS yang menegaskan Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun.
Menurut dia, fondasi utama kemandirian harus dibangun dari dalam negeri dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat, menjaga ketahanan energi, menyediakan pendidikan, hingga membuka kesempatan bagi masyarakat.
Dalam KTT BRICS 2026, Prabowo juga mengajak seluruh negara anggota untuk saling membantu demi mencapai kemakmuran bersama.
Qodari menilai sikap tersebut menunjukkan posisi Indonesia tetap sejajar dengan negara lain dalam menjalin kerja sama untuk mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan setara.
Namun, kerja sama tersebut tetap harus berpijak pada kepentingan nasional dan sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
Prinsip tersebut diwujudkan dengan membangun kerja sama internasional berdasarkan asas saling percaya dan keinginan untuk tumbuh bersama tanpa memihak atau bergantung pada satu maupun sejumlah poros tertentu.
“Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional sekaligus upaya memperkuat kepentingan masyarakat di dalam negeri,” tambah dia.
Baca Juga: Trump Akui Amerika Bisa kuasai Minyak Iran seperti Venezuela
Indonesia Perlu Diversifikasi Mitra Ekonomi
Qodari menyambut baik langkah Indonesia untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan negara-negara anggota BRICS.
Menurut dia, langkah tersebut relevan di tengah meningkatnya kompleksitas situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi.
BRICS saat ini mencakup Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Jika digabungkan, populasi negara-negara BRICS mencapai hampir separuh penduduk dunia.
“Diversifikasi mitra ekonomi tersebut menjadi salah satu strategi Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya kompleksitas situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi,” imbuh dia.
Di sisi lain, Qodari menekankan agenda diplomasi tersebut tidak serta-merta mengurangi perhatian Prabowo terhadap urusan domestik.
Dia menegaskan diplomasi dan urusan dalam negeri merupakan dua hal yang saling melengkapi karena sama-sama bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pemerintah juga berkomitmen mengawal realisasi setiap kesepakatan dan kerja sama yang terjalin dalam pertemuan BRICS agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah seberapa banyak pertemuan yang terlaksana, melainkan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Qodari.
Diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke India untuk menghadiri KTT BRICS pada 12-13 September 2026.
Dalam sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Sabtu (12/9/2026), Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional.
“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” kata Prabowo, sebagaimana keterangan BPMI Sekretariat Presiden, seperti dilansir dari Antara, Sabtu.
