Trump Klaim Kontak Langsung dengan Iran, Harap Perang Berakhir
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap perang dengan Iran yang telah berlangsung hampir tujuh bulan dapat segera berakhir.
Trump juga mengeklaim Washington telah melakukan komunikasi langsung dengan Teheran untuk membahas kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan.
“Mudah-mudahan menuju akhir,” kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Gulf News, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Enam Kali Reshuffle, Ini Alasan Pengamat tentang Kabinet Prabowo
Trump mengatakan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan AS, meski pernyataan serupa sebelumnya juga telah disampaikannya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu indikasi terbaru bahwa pemerintahan Trump melihat kemungkinan adanya jalur diplomatik untuk mengakhiri konflik, meski belum ada pengumuman mengenai kesepakatan final ataupun gencatan senjata.
Di sisi lain, Iran masih mengambil sikap lebih berhati-hati terkait kemungkinan negosiasi dengan Washington.
Klaim Trump mengenai adanya “kontak langsung” berbeda dengan informasi yang telah dikonfirmasi secara terbuka oleh Teheran, yang sebelumnya membantah atau mengecilkan laporan mengenai negosiasi langsung dengan Washington.
Iran selama ini menegaskan bahwa setiap proses diplomatik harus tetap melindungi kedaulatan dan kepentingan negaranya.
Pada Rabu (16/9/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing untuk membahas perkembangan konflik tersebut.
Wang menyerukan kepada Washington dan Teheran agar menahan diri, menghidupkan kembali perjanjian perdamaian sementara yang dicapai pada Juni, serta kembali menjalankan negosiasi substantif.
Baca Juga: Suahasil Diam Ditanya Utang Whoosh hingga Danantara
Araghchi mengatakan Iran tetap siap mempertahankan diri, tetapi terbuka terhadap jalur diplomatik yang dapat melindungi hak-hak warga Iran.
Pembicaraan tersebut berlangsung ketika China terus mendorong penyelesaian diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.
“Kami tidak ingin melihat ketegangan regional meluas ke Yaman dan Laut Merah,” ujar Wang.
China juga disebut tengah mempersiapkan komunikasi tingkat tinggi dengan AS menjelang rencana pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Trump di Washington pada 24 September 2026.
