BGN Tegaskan Keamanan Pangan Jadi Prioritas MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan keamanan pangan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia meminta kepala sekolah dan guru tidak ragu menghentikan pembagian makanan apabila ditemukan ketidaksesuaian. Salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah keberadaan label waktu pada setiap wadah makanan yang dikirim ke sekolah.
“Kalau makan itu diterima oleh sekolah tidak ada labelnya di setiap omprengnya, itu saya minta untuk tidak dibagikan, ditolak. Jadi minta untuk dapurnya memberikan label di setiap omprengnya,” tegas Mas Dar dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9).
Baca Juga : Menkeu Baru Ungkap Modal Asing Mulai Masuk ke RI, Pasar Pulih?
Menurutnya, label tersebut harus mencantumkan waktu secara jelas dan spesifik. Ia tidak ingin informasi yang diberikan hanya berupa keterangan umum seperti makanan harus dikonsumsi satu atau dua jam setelah diterima.
“Bukan satu-dua jam setelah diterima. Karena satu-dua jam setelah diterima itu nggak jelas jamnya berapa. Jadi sebenarnya ini kayak semacam expiration date,” ujarnya.
Sudaryono menegaskan BGN tidak akan memberikan toleransi kepada dapur MBG yang tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan.
Ia mengatakan pembenahan terhadap dapur MBG terus dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar yang ditetapkan. Langkah tersebut antara lain mencakup penutupan dapur yang tidak memenuhi standar serta pemberhentian tenaga yang dianggap tidak sesuai ketentuan.
Selain itu, BGN juga terus meningkatkan standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan MBG.
Baca Juga : Anggaran MBG 2027 Beda 10T, BGN Diminta Hitung Ulang?
Karena itu, Sudaryono meminta pihak sekolah ikut terlibat dalam pengawasan. Kepala sekolah dan guru diminta menyampaikan laporan apabila menemukan masalah dalam pelaksanaan program, baik terkait label makanan maupun menu yang diberikan.
“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” kata Sudaryono.
