Pemerintah Prabowo Kembangkan Antariksa untuk Kedaulatan dan Ekonomi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana mengembangkan ruang antariksa untuk memperkuat kedaulatan sekaligus membuka potensi ekonomi baru.
Langkah tersebut diawali dengan pembentukan Direktorat Antariksa pada 2025 yang nantinya berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Eka Chandra Buana, mengatakan perkembangan teknologi membuat jumlah satelit di langit semakin banyak.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia di Menara Bappenas, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Laporan Intelijen AI Hampir Picu Perang AS-China
Menurut Eka, keberadaan ribuan satelit memberikan banyak manfaat, tetapi juga memunculkan persoalan terkait pengaturan dan kedaulatan.
“Jadi sekarang ini kan kita bicara masalah bumi, tapi ternyata sampai atas. Dan kalau kita lihat, yang atas ini belum ada yang mengatur. Dan kita kebayang dong semua di atas itu, di atas langit kita, itu tuh ada beribu-ribu satelit ternyata. Itu harus menjadi concern bagaimana nanti kedaulatan kita akan seperti apa,” ucapnya.
Indonesia Punya Potensi Ekonomi Antariksa
Selain aspek kedaulatan, Eka melihat ruang antariksa sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi pada masa depan.
Menurut dia, posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa menjadi salah satu keuntungan dalam pengembangan aktivitas peluncuran satelit.
“Itu yang misalkan, contoh paling gampang adalah, kita kan di garis khatulistiwa. Kalau kita ngeluncurin roket (satelit), itu paling enak di dekat garis khatulistiwa,” jelasnya.
“Nah, itu harusnya bisa dicontohkan, bisa kita manfaatkan sebagai misalkan peluncuran. Maka dulu kan pernah ada tuh roket mau diluncurkan di Papua. Karena itu lebih efektif lintasannya,” sambung Eka.
Meski memiliki potensi tersebut, pengembangan ruang antariksa masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Karena itu, Kementerian PPN/Bappenas menerapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pengembangan antariksa.
Baca Juga: Trump Sebut Houthi Tak Akan Serang Amerika, Tegaskan Ada Keputusan Besar
Pemanfaatan ruang antariksa juga telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2025-2045 sebagai salah satu megatren di masa depan.
Dalam dokumen tersebut, perekonomian antariksa diproyeksikan terus tumbuh dalam jangka panjang dan berpotensi mencapai 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 17.839 triliun pada 2040.
“Ekonomi antariksa diperkirakan mencapai US$469,0 miliar pada tahun 2021 dan diprediksi akan terus meningkat mencapai US$1,0 triliun hingga tahun 2040,” mengutip RPJP Nasional 2025-2045.
Dengan potensi tersebut, negara-negara diharapkan meningkatkan kapasitas untuk mengeksplorasi luar angkasa, terutama melalui pengembangan teknologi mutakhir dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
