Trump Sebut Houthi Tak Akan Serang AS, Tegaskan Ada Keputusan Besar
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kelompok Houthi Yaman telah sepakat untuk tidak menyerang pasukan AS.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika serangan kelompok yang bersekutu dengan Iran terhadap Arab Saudi semakin meningkat.
Reporter Fox News, Trey Yingst, yang kerap berbicara dengan Trump, mengutip pernyataan presiden AS tersebut.
“Washington terus berkomunikasi dengan Houthi dan mereka telah setuju untuk tidak melawan AS,” kata Yingst, dikutip dari AFP, Senin (21/9/2026).
Trump sebelumnya juga pernah mengatakan Houthi menahan diri untuk tidak menyerang pasukan AS di kawasan tersebut.
“Kelompok Houthi menghubungi kami dan mereka tidak ingin berperang dengan kami,” ujar Trump saat melakukan kunjungan ke Irlandia pada 12 September.
“Mereka tidak ingin kami mengejar mereka,” sambungnya.
Baca Juga: Tunggu Jawaban Trump, Iran Ajukan 3 Syarat Akhiri Perang
Pernyataan terbaru Trump kepada Fox News muncul ketika Arab Saudi, yang merupakan sekutu dekat AS, menghadapi tekanan yang semakin besar.
Sebuah rudal dilaporkan menargetkan ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu (19/9/2026).
Di Yaman, kelompok Houthi juga melancarkan serangan dan merebut sebagian besar wilayah dari pemerintah yang diakui secara internasional.
Trump Disebut Tengah Pertimbangkan Keputusan soal Iran
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Fox News melaporkan bahwa Trump sedang berada dalam “mode pengambilan keputusan” terkait Iran.
Trey Yingst mengatakan Trump menyampaikan bahwa keputusan besar dapat segera diambil.
“Hal-hal besar akan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Rakyat Iran sebaiknya bersikap baik, ia sedang membuat keputusan apakah akan meledakkan negara mereka atau tidak,” tutur Yingst setelah berbicara dengan Trump.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah membatasi perjalanan pegawai pemerintah AS ke Kota Taif dan Yanbu di Arab Saudi.
“Karena situasi keamanan yang sedang berlangsung di Arab Saudi, pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi sekarang memerlukan izin khusus untuk semua perjalanan resmi dan pribadi ke kota Taif dan Yanbu,” tulis Departemen Luar Negeri AS di X.
AS juga telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya di Irak, Bahrain, Oman, Arab Saudi, Iran, Qatar, Lebanon, Kuwait, dan Yordania.
Peringatan tersebut dikeluarkan di tengah meningkatnya pertempuran antara Houthi dan koalisi Saudi.
Baca Juga: Trump Bentuk AI Force serta Siapkan AI Czar, Apa Tugasnya?
Warga AS di kawasan Timur Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga,” bunyi peringatan tersebut, dikutip dari Al Jazeera.
AS menyatakan konflik militer antara Houthi dan Arab Saudi dapat meningkat dengan cepat.
Dalam peringatan keamanan terpisah, misi diplomatik AS di sembilan negara tersebut mengatakan situasi keamanan di Timur Tengah dapat menyebabkan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, hingga gangguan perjalanan.
Mereka juga memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok yang mendukung Teheran dapat menargetkan kepentingan AS di luar negeri atau lokasi yang berkaitan dengan warga Amerika.
Warga AS di kawasan tersebut disarankan memantau operasional maskapai dan bandara, menghindari demonstrasi serta kerumunan besar, dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat.
