Trump Klaim 25 Capaian di Masa Jabatan Ketiganya
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memamerkan 25 capaian yang diklaim telah diraih pemerintahannya menjelang pemilihan umum paruh waktu atau midterm election.
Trump mengunggah daftar tersebut melalui platform Truth Social pada Jumat (18/9/2026).
Ia menyebut daftar tersebut sebagai rekam jejak “masa jabatan ketiga”.
Dikutip dari Newsweek, daftar itu mencakup berbagai kebijakan pemerintahannya, mulai dari imigrasi, ekonomi, keamanan, operasi militer hingga kebijakan sosial konservatif.
Baca Juga: Iran Tetapkan 3 Syarat untuk Buka Kembali Selat Hormuz, Apa Saja?
25 Capaian yang Diklaim Trump
Berikut 25 capaian yang diklaim telah diraih Trump:
- Mengamankan perbatasan AS dan mencatat tidak adanya imigran ilegal selama 16 bulan.
- Mengesahkan Laken Riley Act, yakni undang-undang mengenai penahanan imigran ilegal yang terlibat tindakan kriminal.
- Menurunkan angka pembunuhan.
- Memberikan pemotongan pajak, termasuk pembebasan pajak untuk tip, lembur, dan jaminan sosial.
- Mengamankan komitmen investasi senilai 19,2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 342 kuadriliun.
- Memberlakukan tarif terhadap logam dan mobil.
- Mencatat 80 rekor tertinggi pasar saham sejak pemilu.
- Mencapai rekor tingkat pekerjaan.
- Meningkatkan investasi militer.
- Menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
- Menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran.
- Menyerang kartel dan mengurangi aliran fentanyl sebesar 60 persen.
- Menegosiasikan kesepakatan penurunan harga obat resep.
- Membalikkan kebijakan iklim dan memperluas pengeboran.
- Mengakhiri kewajiban kendaraan listrik beserta regulasi terkait.
- Mengarahkan ekspor barang menuju 2,5 triliun dollar AS atau sekitar Rp 44 kuadriliun.
- Menghapus kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI).
- Membatasi partisipasi kelompok tertentu dalam olahraga perempuan.
- Membatasi pengajaran terkait transgender dan teori ras kritis di sekolah.
- Membentuk “Trump Accounts” bebas pajak dengan dana 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 17 juta untuk bayi yang baru lahir.
- Menyelesaikan delapan perang, termasuk konflik Gaza.
- Mengamankan kepulangan para sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
- Menghentikan penerimaan pengungsi.
- Mengerahkan Garda Nasional ke tiga kota.
- Menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.
Newsweek menyatakan daftar tersebut merupakan klaim Trump dan belum diverifikasi secara independen.
Baca Juga: Jelang Trump-Xi Bertemu, AS-China Bahas Dagang sampai AI
Warga AS Lebih Memikirkan Biaya Hidup
Di tengah klaim tersebut, Newsweek melaporkan bahwa hasil dua jajak pendapat nasional pada September 2026 menunjukkan inflasi dan biaya hidup menjadi perhatian utama warga AS.
Jajak pendapat Fox News yang dilakukan pada 11-14 September 2026 terhadap 1.211 pemilih terdaftar menunjukkan 34 persen responden menyebut inflasi atau biaya hidup sebagai isu paling penting di AS.
Sebanyak 14 persen responden lainnya memilih ekonomi atau lapangan pekerjaan sebagai isu utama.
Sementara itu, imigrasi berada di urutan berikutnya dengan 8 persen responden.
Adapun isu kejahatan, pajak, tarif, kebijakan luar negeri, keamanan nasional, dan jaminan sosial masing-masing dipilih oleh 2 persen responden sebagai isu paling penting.
Hasil serupa terlihat dalam jajak pendapat Marquette Law School yang dilakukan pada 2-9 September 2026 terhadap 1.023 orang dewasa di AS.
Sebanyak 37 persen responden dalam jajak pendapat tersebut memilih inflasi dan biaya hidup sebagai persoalan utama.
Ekonomi dipilih oleh 16 persen responden, sementara 10 persen memilih perang yang melibatkan Iran, Israel, dan AS.
