Jelang Trump-Xi Bertemu, AS-China Bahas Dagang hingga AI
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng bertemu pada Minggu (20/9/2026) untuk mempersiapkan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Dikutip dari AFP, Senin (21/9/2026), pembicaraan tersebut membahas sejumlah isu, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga kecerdasan buatan (AI).
Pertemuan itu juga melibatkan pejabat tinggi perdagangan AS Jamieson Greer.
Pembicaraan tingkat teknis tersebut menjadi pendahuluan sebelum Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada 24 September.
Pertemuan kedua pemimpin diharapkan dapat menghasilkan perpanjangan gencatan senjata perdagangan yang akan berakhir pada November.
Baca Juga: Biaya Perang Amerika Serikat di Iran Tembus Rp803 Triliun
Selain itu, AS dan China juga akan membahas batasan atau guardrails untuk pengembangan AI.
“Saya berharap dapat melakukan pembicaraan yang terfokus, menyeluruh, dan konstruktif hari ini yang akan mempersiapkan landasan bagi pertemuan para pemimpin kami,” ujar Bessent kepada wartawan.
“Kami terbuka untuk diskusi mengenai upaya menghindari risiko bersama dan mencegah terjadinya pemisahan (bifurkasi) antara kedua sistem kami,” tambah Bessent.
Pejabat AS juga akan berupaya memastikan kelancaran pasokan magnet tanah jarang atau rare earth magnets dan mineral kritis yang dibutuhkan industri manufaktur AS.
China diketahui menguasai sekitar 90 persen rantai pasokan mineral tanah jarang yang menjadi bahan penting bagi berbagai industri.
Pertemuan tingkat teknis tersebut dapat berlanjut hingga Senin (21/9/2026).
Selain perdagangan dan teknologi, tekanan ekonomi AS terhadap Iran juga diperkirakan menjadi salah satu isu yang dibahas.
Isu tersebut menjadi perhatian karena konflik antara Washington dan Teheran telah memasuki bulan ketujuh.
Baca Juga: Iran Ajukan 3 Syarat Akhiri Perang, Tunggu Jawaban Donald Trump
Di sisi lain, sejumlah analis mengingatkan investor agar tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi terhadap hasil pertemuan Trump dan Xi.
“Salah satu hal yang bisa kita harapkan dalam jangka pendek adalah gencatan senjata, dan kemungkinan besar hal ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini,” ujar Ketua perusahaan konsultan The Asia Group sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell.
“Menurut saya, Anda akan mendengar presiden mengumumkan niatnya untuk bertemu dengan Xi Jinping dua kali lagi,” tambah Campbell.
Trump dan Xi juga diperkirakan kembali bertemu pada November dalam forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Trump juga diperkirakan akan mengundang Xi menghadiri KTT G20 pada Desember di resornya, Doral, Miami.Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng bertemu pada Minggu (20/9/2026) untuk mempersiapkan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Dikutip dari AFP, Senin (21/9/2026), pembicaraan tersebut membahas sejumlah isu, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga kecerdasan buatan (AI).
Pertemuan itu juga melibatkan pejabat tinggi perdagangan AS Jamieson Greer.
Pembicaraan tingkat teknis tersebut menjadi pendahuluan sebelum Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada 24 September.
Pertemuan kedua pemimpin diharapkan dapat menghasilkan perpanjangan gencatan senjata perdagangan yang akan berakhir pada November.
Baca Juga: Biaya Perang Amerika Serikat di Iran Tembus Rp803 Triliun
Selain itu, AS dan China juga akan membahas batasan atau guardrails untuk pengembangan AI.
“Saya berharap dapat melakukan pembicaraan yang terfokus, menyeluruh, dan konstruktif hari ini yang akan mempersiapkan landasan bagi pertemuan para pemimpin kami,” ujar Bessent kepada wartawan.
“Kami terbuka untuk diskusi mengenai upaya menghindari risiko bersama dan mencegah terjadinya pemisahan (bifurkasi) antara kedua sistem kami,” tambah Bessent.
Pejabat AS juga akan berupaya memastikan kelancaran pasokan magnet tanah jarang atau rare earth magnets dan mineral kritis yang dibutuhkan industri manufaktur AS.
China diketahui menguasai sekitar 90 persen rantai pasokan mineral tanah jarang yang menjadi bahan penting bagi berbagai industri.
Pertemuan tingkat teknis tersebut dapat berlanjut hingga Senin (21/9/2026).
Selain perdagangan dan teknologi, tekanan ekonomi AS terhadap Iran juga diperkirakan menjadi salah satu isu yang dibahas.
Isu tersebut menjadi perhatian karena konflik antara Washington dan Teheran telah memasuki bulan ketujuh.
Baca Juga: Iran Ajukan 3 Syarat Akhiri Perang, Tunggu Jawaban Donald Trump
Di sisi lain, sejumlah analis mengingatkan investor agar tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi terhadap hasil pertemuan Trump dan Xi.
“Salah satu hal yang bisa kita harapkan dalam jangka pendek adalah gencatan senjata, dan kemungkinan besar hal ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini,” ujar Ketua perusahaan konsultan The Asia Group sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell.
“Menurut saya, Anda akan mendengar presiden mengumumkan niatnya untuk bertemu dengan Xi Jinping dua kali lagi,” tambah Campbell.
Trump dan Xi juga diperkirakan kembali bertemu pada November dalam forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Trump juga diperkirakan akan mengundang Xi menghadiri KTT G20 pada Desember di resornya, Doral, Miami.
