Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal ke Laut Timur
Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan rudal balistik jarak pendek ditembakkan ke arah laut dari wilayah pesisir timur Korea Utara pada Minggu (20/9/2026).
Korea Selatan turut mengonfirmasi adanya peluncuran proyektil yang belum diketahui jenisnya. Proyektil tersebut dilaporkan ditembakkan dari sekitar kawasan Wonsan.
Lembaga penyiaran publik Jepang NHK melaporkan proyektil tersebut jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Setelah menerima laporan mengenai peluncuran tersebut, kantor kepresidenan Korea Selatan menggelar pertemuan Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada Minggu.
Korut Kembali Uji Rudal dalam Sepekan
Dikutip dari The Independent, peluncuran pada Minggu menjadi uji coba rudal kedua yang dilakukan Korea Utara dalam waktu sekitar satu pekan.
Baca Juga : Mamdani dan Pramono Bertemu, Transportasi Gratis Bikin Terkejut
Aktivitas tersebut berlangsung ketika Pyongyang terus mengembangkan dan menguji persenjataannya di tengah situasi keamanan yang masih tegang di kawasan.
Peluncuran itu juga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil langkah untuk mengurangi skala latihan militer tahunan bersama Korea Selatan. Kebijakan tersebut dilakukan dalam upaya membuka kembali peluang diplomasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Sebelumnya, Korea Utara melakukan uji coba rudal pada 12 September. Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan kemudian meminta Pyongyang menghentikan aktivitas peluncuran rudal dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Korea Utara Tolak Resolusi Nuklir PBB
Ketegangan antara Pyongyang dengan negara-negara di kawasan juga muncul setelah Korea Utara menolak resolusi badan pengawas nuklir PBB yang berkaitan dengan program nuklirnya.
Pada pekan sebelumnya, Pyongyang turut mengecam latihan angkatan laut yang dipimpin AS dan melibatkan Korea Selatan serta Jepang di sekitar Guam.
Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un, pada Jumat menuding latihan militer yang dipimpin Washington sebagai salah satu penyebab meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.
Ia juga menegaskan bahwa Pyongyang tidak akan mengubah kebijakannya untuk memperkuat kemampuan persenjataan nuklir Korea Utara.
Trump Kurangi Latihan Militer dengan Korsel
Pada bulan sebelumnya, Trump memerintahkan Pentagon mengurangi secara signifikan skala latihan militer tahunan bersama Korea Selatan. Trump menyebut langkah tersebut berkaitan dengan upayanya mempertahankan hubungan yang baik dengan Kim Jong Un.
Namun, Kim Yo Jong menilai pengurangan durasi latihan tidak mengubah apa yang disebutnya sebagai karakter provokatif dan agresif dari latihan militer AS-Korea Selatan.
Baca Juga : AS dan Denmark Sepakati Keamanan Greenland, Trump Sebut Mimpi?
Setelah pernyataan tersebut, militer Korea Utara dilaporkan meluncurkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke arah laut. Peluncuran itu dinilai berkaitan dengan respons Pyongyang terhadap latihan gabungan AS dan Korea Selatan.
Para petinggi militer Korea Utara kemudian menyatakan latihan tersebut dapat memperkuat moral pasukan sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi musuh.
Meski terus memperkuat kemampuan militernya, Kim Jong Un sebelumnya menyatakan masih membuka kemungkinan kembali ke meja perundingan dengan Washington.
Awal tahun ini, Kim mengatakan Korea Utara dapat kembali melakukan negosiasi apabila AS menghentikan kebijakan yang dianggap bermusuhan terhadap Pyongyang dan mengakui status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir.
