Raja Salman Kecam Houthi, Makkah Jadi Sasaran Serangan
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengecam keras kelompok Houthi Yaman yang disebutnya sebagai “milisi teroris”. Ia juga menuding kelompok yang didukung Iran tersebut berulang kali berupaya menyerang kota suci Makkah.
Pernyataan itu disampaikan Raja Salman saat memimpin rapat kabinet Arab Saudi di Jeddah pada Selasa (22/9/2026). Kemunculan langsung Raja Salman dalam isu keamanan ini menjadi sorotan karena urusan pemerintahan sehari-hari kerajaan banyak dijalankan oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman.
Menurut Saudi Press Agency (SPA), Raja Salman menyebut dugaan upaya Houthi menargetkan Makkah sebagai tindakan yang sangat serius dan provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Baca Juga : Bahlil Jamin Energi, Ajak Investor Bangun Data Center di RI
Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan telah mencegat drone yang disebut diluncurkan Houthi dan mengarah ke Makkah. Namun, pihak Houthi membantah tuduhan tersebut. Pemimpin kelompok itu, Abdel-Malik al-Houthi, bahkan menyebut klaim Saudi sebagai “kebohongan keji”.
Insiden tersebut turut memicu aktivasi peringatan keamanan di Makkah. Kawasan kota suci itu menjadi perhatian khusus karena di dalamnya terdapat Ka’bah, kiblat umat Islam.
Raja Salman Puji Aparat Keamanan Saudi
Dalam rapat kabinet, Raja Salman juga memberikan penghargaan kepada pasukan militer dan aparat keamanan Saudi yang bertugas menjaga wilayah kerajaan.
“Mempertahankan tanah air dan dengan tegas menghadapi setiap agresi terhadap tempat-tempat suci, jamaah haji dan umrah, warga negara serta penduduk Kerajaan,” demikian pujian Raja Salman kepada aparat keamanan, menurut SPA.
SPA juga mencatat Raja Salman dalam rapat tersebut menekankan pentingnya peran sektor militer dan keamanan dalam menghadapi setiap ancaman terhadap tempat-tempat suci, jamaah, warga negara, dan penduduk Saudi.
Kecaman tersebut muncul ketika serangan Houthi terhadap wilayah Saudi kembali meningkat. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok tersebut melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah lokasi di Saudi.
Riyadh Ikut Jadi Sasaran Serangan Houthi
Selain ancaman terhadap Makkah, ibu kota Saudi, Riyadh, juga menjadi sasaran serangan Houthi.
Pada Sabtu, Houthi mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah lokasi yang mereka sebut sensitif di Riyadh. Saudi kemudian menyatakan berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke ibu kota tersebut.
Serangan itu memunculkan kobaran api dan kepulan asap hitam di sekitar kawasan Bandara Internasional King Khalid. Houthi juga mengklaim menyerang fasilitas minyak Aramco di Yanbu.
Eskalasi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko keamanan bagi Saudi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi dunia. Serangan Houthi sebelumnya telah menargetkan kapal-kapal di kawasan Laut Merah, sementara perkembangan terbaru membuat keamanan jalur Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz semakin menjadi perhatian.
Saudi Bahas Keamanan Kawasan dengan Negara Lain
Di tengah meningkatnya serangan, Arab Saudi juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah negara.
Baca Juga : Iran Ancam Perang Meluas ke Samudera Hindia, Kenapa?
Pada 22 September, Putra Mahkota Mohammed bin Salman berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Keduanya membahas perkembangan kawasan serta dampak eskalasi terhadap keamanan pelayaran dan perekonomian global.
Sebelumnya, Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Mecca Joint Defence Agreement. Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya.
Turki kemudian menyatakan siap membantu memenuhi kebutuhan pertahanan Saudi di tengah meningkatnya serangan Houthi. Pakistan juga menyatakan komitmennya dalam kerangka perjanjian tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik Houthi-Saudi tidak hanya berdampak pada keamanan kedua pihak, tetapi juga mulai berkaitan dengan keamanan pelayaran, infrastruktur energi, dan hubungan pertahanan di kawasan Timur Tengah.
