Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Anggota DK PBB 2029-2030
Indonesia resmi mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029-2030.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan pencalonan tersebut dalam pidatonya di hadapan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat.
“Dalam semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” ujar Sugiono.
Dalam pencalonan tersebut, Indonesia membawa komitmen untuk memperkuat persatuan dan memajukan perdamaian dunia.
Baca Juga: Peneliti Klaim Temukan Bahtera Nuh di Gunung Ararat
Menurut Sugiono, membina persatuan berarti membangun kembali kepercayaan terhadap sistem multilateral sekaligus memastikan saluran dialog tetap terbuka.
Sementara itu, memajukan perdamaian berarti menegakkan hukum internasional dan memanfaatkan berbagai instrumen yang tersedia untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
“Indonesia akan bekerja untuk menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesamaan pandangan dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata,” ujar Sugiono.
Indonesia Bawa Rekam Jejak Misi Perdamaian PBB
Sugiono mengatakan Indonesia akan membawa prinsip politik luar negeri yang selama ini menjadi panduan dalam pencalonan tersebut, yakni menjalin hubungan dengan semua pihak sekaligus mempertahankan ruang untuk kerja sama.
“Kami akan menegakkan Piagam PBB secara konsisten untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” katanya.
Menurut Sugiono, pencalonan Indonesia tidak terlepas dari rekam jejak negara tersebut dalam berkontribusi terhadap perdamaian internasional.
Konstitusi Indonesia, kata Sugiono, mengamanatkan negara untuk ikut menciptakan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui diplomasi serta mediasi.
“Konstitusi mengamanatkan kami untuk berkontribusi bagi dunia berdasarkan nilai kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui diplomasi dan mediasi,” ujar Sugiono.
Baca Juga: KTT Xi-Trump Buka Babak Baru Hubungan AS-China
Indonesia juga telah terlibat dalam berbagai misi penjaga perdamaian PBB sejak 1957.
Sugiono menyebut Indonesia termasuk salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk melalui keterlibatan personel Indonesia dalam misi UNIFIL di Lebanon yang telah berlangsung selama hampir dua dekade.
Menurut Sugiono, pengalaman tersebut akan terus menjadi bagian dari kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Namun, kontribusi Indonesia tidak hanya dilakukan melalui pengerahan pasukan, tetapi juga dengan mendorong diplomasi, bantuan kemanusiaan, pembangunan perdamaian, serta keterlibatan dengan berbagai kawasan dan lembaga internasional.
Indonesia sebelumnya telah empat kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yakni pada periode 1973-1974, 1995-1996, 2007-2008, dan 2019-2021.
Indonesia juga pernah memegang jabatan Presiden DK PBB pada Mei 2019 dan Agustus 2020.
