Netanyahu Diam-diam Temui Presiden UEA di Abu Dhabi
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Abu Dhabi dan bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Mengutip Anadolu Agency, Senin (28/9/2026), laporan awal mengenai pertemuan itu muncul dari media Israel, sebelum kemudian dikonfirmasi oleh media pemerintah UEA, WAM. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin disebut membahas hubungan bilateral serta upaya memperkuat kerja sama di tengah perkembangan kawasan.
Menurut laporan Channel 12, Netanyahu terbang ke Abu Dhabi menggunakan pesawat pribadi. Kantor Netanyahu sebelumnya tidak mengumumkan perjalanan tersebut.
Baca Juga : Trump Ungkap Pernah Tawarkan Senjata AS ke Xi
Kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi berlangsung di tengah perhatian terhadap laporan mengenai peringatan yang disebut diterimanya sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
The New York Times sebelumnya melaporkan bahwa Sheikh Mohamed disebut pernah menghubungi Netanyahu pada akhir September 2023 dan memperingatkannya mengenai kemungkinan serangan besar Hamas. Laporan tersebut menyebut peringatan itu tidak secara spesifik menjelaskan bentuk serangan yang akan terjadi.
Netanyahu membantah laporan tersebut. Kantornya sebelumnya menyatakan tidak ada peringatan yang diberikan langsung kepada perdana menteri dari UEA dan mengatakan informasi yang relevan, jika ada, disalurkan melalui jalur intelijen.
Pertemuan terbaru antara Netanyahu dan Sheikh Mohamed berlangsung ketika isu tersebut kembali menjadi perhatian di Israel.
Sejumlah laporan yang mengutip sumber yang mengetahui pertemuan menyebut Netanyahu meminta Sheikh Mohamed memberikan bantahan terhadap laporan mengenai peringatan tersebut. Namun, fokus resmi yang diumumkan UEA adalah hubungan bilateral dan perkembangan regional.
Berbeda dengan laporan awal yang menyebut Abu Dhabi belum memberikan komentar, pemerintah UEA kemudian mengonfirmasi kunjungan tersebut.
Media pemerintah UEA, WAM, melaporkan bahwa Sheikh Mohamed menerima Netanyahu dalam kunjungannya ke Abu Dhabi. Kedua pihak membahas hubungan bilateral serta cara memperkuat dan mengembangkannya.
Al Jazeera juga melaporkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung ketika Netanyahu menghadapi kontroversi domestik terkait laporan mengenai peringatan sebelum serangan 7 Oktober 2023. Kantor Netanyahu tetap membantah bahwa dirinya menerima informasi tersebut secara langsung.
Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa saluran komunikasi antara Israel dan UEA tetap berjalan. Kedua negara menjalin hubungan diplomatik melalui Abraham Accords pada 2020.
Persoalan mengenai peringatan sebelum serangan Hamas kembali mencuat setelah Haaretz sebelumnya melaporkan bahwa Sheikh Mohamed telah memperingatkan Netanyahu mengenai rencana operasi besar Hamas.
The New York Times kemudian melaporkan bahwa dua orang yang mengetahui percakapan tersebut mengatakan Sheikh Mohamed memang memperingatkan Netanyahu mengenai kemungkinan serangan besar. Lima mantan pejabat senior Israel juga disebut mengatakan peringatan tersebut tidak sampai kepada para kepala keamanan Israel.
Baca Juga : China Lontarkan Kritik ke AS di PBB, Saat Trump Jamu Xi
Namun, laporan tersebut masih menjadi sengketa. Netanyahu menyangkal menerima peringatan langsung dari pemimpin UEA dan mengancam mengambil tindakan hukum terhadap Haaretz. UEA sendiri sebelumnya tidak mengomentari laporan mengenai percakapan tersebut, tetapi menyatakan bahwa jalur komunikasi langsung dengan Israel tetap terbuka dan informasi intelijen yang relevan disalurkan melalui mekanisme antarpemerintah.
Israel dan UEA menjalin hubungan diplomatik pada 2020 melalui Abraham Accords. Sejak itu, kedua negara mempertahankan hubungan diplomatik dan sejumlah saluran kerja sama.
Kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi menjadi pertemuan terbaru antara kedua pemimpin di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang masih kompleks.
Sementara itu, kantor Netanyahu pada Senin (28/9/2026) juga mengonfirmasi kunjungan tersebut. Kantor perdana menteri Israel menyebut pengungkapan perjalanan oleh media sebelum pesawat kembali ke Israel menimbulkan persoalan keamanan bagi Netanyahu dan rombongannya.
