Skandal Pasar Saham Turkiye Rugikan 455.000 Investor
Para investor di Turkiye menghadapi kerugian setelah skandal manipulasi pasar saham mengguncang pasar keuangan negara tersebut.
Kondisi ini terjadi ketika masyarakat tengah mencari instrumen investasi yang dapat menjaga nilai uang di tengah inflasi Turkiye yang berada di kisaran 30 persen.
Banyak investor kemudian mengalihkan dana mereka ke emas, mata uang asing, saham, hingga reksa dana yang menawarkan imbal hasil tinggi.
Namun, pasar saham justru menjadi jebakan bagi sekitar 455.000 investor.
Pada pertengahan September 2026, indeks acuan BIST 100 anjlok sekitar 6 persen dalam sehari dan kehilangan sekitar 12 persen nilainya hanya dalam beberapa hari perdagangan.
Penurunan tersebut dipicu oleh skandal manipulasi pasar yang melibatkan sejumlah perusahaan pengelola dana.
Lebih dari 45 orang telah ditangkap dalam kasus tersebut, sementara seorang politisi senior dari partai penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) juga mengundurkan diri.
Baca Juga: Subsidi BBM Dikurangi, IMF Setujui Pinjaman Rp33,98 Triliun untuk Bolivia
Skandal Manipulasi Pasar Saham Turkiye
Kasus tersebut bermula ketika sejumlah penyedia reksa dana mengalami kesulitan mengembalikan dana investor tepat waktu.
Di antara perusahaan yang terdampak adalah Pusula Portfoy dan Tera.
Dua dana yang dikelola Tera saja memiliki aset sekitar 6,5 miliar euro atau sekitar Rp 134,5 triliun.
Badan Pasar Modal Turkiye atau SPK kemudian turun tangan dengan menutup dana dari tujuh manajer aset, termasuk Tera, Pusula, dan Atlas.
Menurut kantor berita milik negara Anadolu, sebanyak 131 dana akan dilikuidasi.
Kantor Jaksa Publik Istanbul kini menyelidiki dugaan penipuan, pelanggaran undang-undang pasar modal, serta pembentukan organisasi kriminal.
Menteri Kehakiman Turkiye Akin Gurlek mengatakan penyidik menduga perusahaan-perusahaan pengelola dana telah menggelembungkan nilai dana secara artifisial.
Padahal, portofolio dana tersebut diduga berisi “saham sampah” yang tidak memiliki nilai memadai.
Dari lebih dari 45 orang yang telah ditangkap, sejumlah di antaranya merupakan eksekutif perusahaan investasi.
Gurlek juga mengatakan aset milik 42 individu dan 46 badan hukum telah dibekukan.
Bursa Efek Istanbul turut mengambil tindakan dengan mengeluarkan 27 saham dari indeks acuan BIST 100 per 1 Oktober 2026.
Apakah Investor Bisa Mendapatkan Uangnya Kembali?
Dana-dana yang ditutup akan melalui proses likuidasi.
Dalam proses tersebut, aset dana akan dijual dan hasilnya dibagikan kepada investor secara proporsional berdasarkan kepemilikan mereka.
Tenggat waktu proses likuidasi juga diperpanjang dari tiga menjadi enam bulan.
Penasihat keuangan independen di Istanbul, Aysel Gundogdu, mengatakan perpanjangan waktu tersebut bertujuan mengurangi tekanan jual agar aset tidak terpaksa dijual dengan harga murah.
Meski demikian, proses likuidasi tidak selalu harus berlangsung selama enam bulan dan dapat selesai lebih cepat tergantung kondisi pasar.
Namun, investor tidak mendapatkan jaminan bahwa seluruh dana mereka akan kembali.
Reksa dana bukan rekening tabungan sehingga setiap penurunan nilai investasi pada dasarnya menjadi risiko yang ditanggung investor.
Gundogdu memperkirakan sebagian besar reksa dana pasar uang masih dapat dicairkan.
Sebaliknya, kondisi dapat lebih sulit bagi reksa dana lindung nilai dan reksa dana saham yang memiliki “saham sampah” yang secara praktis sulit diperdagangkan.
Ekonom dan kolumnis Guldem Atabay menilai perlu ada perbedaan antara kerugian akibat pergerakan pasar dan kerugian yang muncul akibat dugaan penyimpangan.
Menurutnya, investor memang harus menanggung risiko pasar, tetapi tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung dampak dari informasi palsu, harga yang sengaja digelembungkan, atau lemahnya pengawasan.
Pengelola Dana Bisa Dimintai Tanggung Jawab
Persoalan berikutnya adalah menentukan siapa yang bertanggung jawab apabila nilai aset dana tidak mencukupi untuk memenuhi klaim investor.
Saat dana ditutup atau dilikuidasi, saham dan aset lain dalam portofolio dapat dijual.
Namun, nilai aset serta kemudahan menjualnya menjadi persoalan tersendiri.
Gundogdu memperkirakan aset yang dimiliki dana tidak akan cukup untuk menutup seluruh klaim investor.
Ia juga menilai kasus tersebut menunjukkan adanya persoalan struktural dalam pengelolaan dan pengawasan dana.
“Krisis ini jauh lebih besar dari sekadar krisis likuiditas. Ada cacat dalam manajemen dan pengawasan,” ujarnya.
Karena itu, Gundogdu menilai terdapat kemungkinan aset milik pendiri dan manajer dana turut disita untuk menutup kekurangan.
Atabay juga meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab diidentifikasi dan kerugian investor dipulihkan dari mereka.
Menurutnya, setelah proses likuidasi selesai, harus dipastikan siapa yang bertanggung jawab atas setiap pelanggaran hukum yang terjadi.
“Likuidasi bukan pengganti akuntabilitas,” kata Atabay.
Baca Juga: Serangan Houthi Picu Kebakaran di Fasilitas Minyak Aramco di Riyadh
Skandal Berdampak ke Politik Turkiye
Skandal tersebut juga mulai menimbulkan dampak politik di Turkiye.
Fatma Betul Sayan Kaya, wakil ketua AKP sekaligus mantan Menteri Urusan Keluarga, mengundurkan diri dari seluruh jabatannya.
Ia meminta Presiden Turkiye sekaligus pemimpin AKP Recep Tayyip Erdogan membebaskannya dari seluruh posisi yang diembannya.
Ungkapan tersebut selama bertahun-tahun kerap digunakan di lingkungan AKP ketika seorang pejabat diminta mengundurkan diri.
Kaya menghadapi tuduhan terkait transaksi saham yang dilakukannya bersama suaminya, Ilyas Kaya, yang berkaitan dengan krisis dana tersebut.
Dalam pernyataan di media sosial, Kaya mengatakan tanggung jawab politik melampaui tanggung jawab hukum.
Ia juga menyatakan bahwa posisinya tidak boleh menghambat proses penyelidikan.
Sementara itu, pihak oposisi berencana membawa kasus tersebut ke parlemen.
Selcuk Ozdag, wakil pemimpin kelompok parlemen Yeni Yol, mengatakan akan mengajukan mosi penyelidikan parlemen setelah lembaga legislatif kembali bersidang.
Penyelidikan tersebut ditujukan untuk mengetahui apakah terdapat politisi yang terlibat dalam skandal manipulasi pasar saham tersebut.
