Saudi Siapkan Serangan ke Houthi, Amankan Laut Merah
Arab Saudi disebut tengah mempersiapkan serangan balasan terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman. Operasi tersebut ditujukan untuk mengamankan jalur ekspor minyak Saudi di Laut Merah yang terganggu akibat serangkaian serangan Houthi.
“Opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk serangan pesisir untuk mengamankan jalur pelayaran Laut Merah atau serangan di berbagai front,” demikian disampaikan sejumlah pejabat regional dan Barat, dikutip dari Reuters, Sabtu (3/10/2026).
Menurut enam sumber yang mengetahui persiapan operasi tersebut, upaya untuk merebut kembali kendali atas jalur Laut Merah diperkirakan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang. Operasi akan melibatkan pasukan Yaman di lapangan yang berada di bawah pengawasan Saudi dan mendapat dukungan serangan udara dari militer Arab Saudi.
Saudi Siapkan Puluhan Ribu Pasukan Yaman
Para sumber mengatakan Amerika Serikat telah memberikan intelijen untuk membantu operasi Riyadh di Yaman. Sejumlah negara Eropa dan regional juga disebut memberikan bantuan militer kepada Saudi, meski sebagian besar bersifat defensif.
Baca Juga : IMF Setujui Pinjaman untuk Bolivia, Subsidi BBM Dikurangi
Namun, negara-negara sekutu tersebut diperkirakan tidak akan terlibat secara langsung dalam operasi tempur. Para narasumber meminta identitas mereka dirahasiakan karena alasan keamanan.
Arab Saudi sendiri telah terlibat dalam perang saudara Yaman sejak 2015. Saat itu, Riyadh memimpin koalisi Arab untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional setelah kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menggusur pemerintah tersebut.
Konflik sempat mereda setelah pihak-pihak yang bertikai mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 2022. Namun, perang kembali memanas tahun ini setelah Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap kapal serta infrastruktur minyak Saudi sebagai bagian dari dampak konflik Iran.
Houthi Kuasai Bab el-Mandeb
Serangkaian serangan tersebut membuat Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah semakin berisiko bagi pelayaran. Jalur ini merupakan salah satu rute ekspor minyak yang penting setelah Selat Hormuz dan menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi Saudi.
Akibat gangguan tersebut, salah satu jalur ekspor minyak utama Kerajaan Saudi terputus. Riyadh kini disebut menyimpulkan bahwa negosiasi perdamaian baru dengan Houthi sulit dilakukan selama kelompok tersebut masih menguasai Bab el-Mandeb.
Salah satu tujuan utama operasi yang tengah direncanakan adalah membalikkan kemajuan Houthi pada bulan lalu. Kelompok tersebut dilaporkan bergerak menyusuri pesisir dan berhasil mengambil alih kendali atas kawasan Selat Bab el-Mandeb.
Informasi itu disampaikan sejumlah pihak yang mengetahui rencana operasi, termasuk pejabat dari negara-negara Teluk dan Yaman serta diplomat Barat.
Dua Opsi Serangan Saudi terhadap Houthi
Saudi disebut tengah mempertimbangkan dua skenario utama untuk menghadapi Houthi.
Opsi pertama berupa serangan terbatas yang berfokus pada wilayah sekitar Bab el-Mandeb. Sementara opsi kedua mencakup operasi yang lebih luas dengan serangan secara bersamaan di sejumlah front di berbagai wilayah Yaman.
Baca Juga : Serangan Houthi Picu Kebakaran Fasilitas Minyak di Riyadh
Wilayah yang masuk dalam kemungkinan sasaran antara lain Provinsi Al-Bayda, Marib, Taiz, dan Al-Jawf.
Secara keseluruhan, lebih dari 100.000 pasukan Yaman diperkirakan dapat dimobilisasi untuk mendukung operasi tersebut. Jumlah pasukan yang dikerahkan nantinya akan bergantung pada skala serangan yang dipilih oleh Saudi.
Juru bicara pemerintah Saudi dan Yaman, kelompok Houthi, maupun militer AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai rencana operasi tersebut.
