Wabah Penyakit Gegerkan Rusia, 189 Orang Kini Diawasi
Rusia menempatkan 189 orang di bawah pengawasan medis di wilayah Irkutsk, Siberia timur, setelah seorang pegawai institut penelitian anti-pes meninggal dunia.
Pegawai berusia 27 tahun itu sebelumnya dilaporkan jatuh sakit setelah melakukan perjalanan dinas ke Buryatia, wilayah yang berada di dekat perbatasan Rusia dengan Mongolia.
Melansir CNBC International, Senin (5/10/2026), Kepala Republik Buryatia Alexei Tsydenov mengatakan perempuan tersebut meninggal akibat penyakit pes.
Baca Juga: Emas Venezuela Dibawa Trump Terbengkalai, Kenapa?
Namun, jenis pes yang disebut sebagai penyebab kematian korban tidak dijelaskan secara spesifik.
Sementara itu, badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyebut pasien tersebut didiagnosis mengalami “pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui”.
Rospotrebnadzor menegaskan kondisi sanitasi dan epidemiologi di wilayah Irkutsk, termasuk Kota Irkutsk dan Shelekhov, masih stabil.
Badan tersebut juga menyatakan pemeriksaan lanjutan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan korban di institut penelitian anti-pes.
Hasil pemeriksaan itu menunjukkan dugaan bahwa penyakit korban berkaitan dengan aktivitasnya di institut tersebut belum terkonfirmasi.
Sebelumnya, media Rusia Mash melaporkan bahwa pegawai tersebut diduga mengalami pes pneumonik setelah kembali dari perjalanan dinas ke Buryatia.
Wilayah Buryatia sebelumnya dikaitkan dengan laporan wabah di sekitar perbatasan Rusia dengan Mongolia.
Kasus tersebut turut mendapat perhatian dari Amerika Serikat. Gedung Putih disebut tengah memantau laporan mengenai dugaan kasus penyakit dan langkah karantina yang dilakukan Rusia.
Baca Juga: Iran Tidak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi 7 Syarat
Axios, yang mengutip seorang pejabat pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melaporkan bahwa pemerintah AS telah mengetahui perkembangan tersebut.
Pejabat itu mengatakan pemerintah AS “mengetahui, memantau wabah tersebut, dan sedang mempertimbangkan berbagai opsi”.
Hingga berita ini ditulis, Kementerian Kesehatan Rusia, otoritas kesehatan Moskow, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Dengan adanya perbedaan antara laporan mengenai dugaan penyakit pes dan hasil pemeriksaan resmi Rusia, status kasus tersebut masih belum sepenuhnya jelas.
Pemerintah Rusia sejauh ini menyatakan situasi epidemiologi di wilayah terdampak tetap stabil.

[…] Wabah Penyakit Gegerkan Rusia, 189 Orang Kini Diawasi […]