Rusia Kirim 112 Ton Emas ke Hong Kong, China Jadi Tujuan Utama
Rusia mengirim emas dalam jumlah besar ke Hong Kong sepanjang 2026, di tengah semakin tertutupnya akses ke pasar emas negara-negara Barat akibat sanksi.
Berdasarkan analisis BullionVault terhadap data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong, wilayah tersebut mengimpor 112,7 ton emas asal Rusia sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Jumlah itu sudah melampaui rekor impor emas Rusia sepanjang 2025 yang mencapai 92,1 ton.
Baca Juga: Hilirisasi Sumbang 30 Persen Investasi Indonesia, Ini Rinciannya
Jika dibandingkan dengan 2021, lonjakan tersebut jauh lebih besar karena impor emas Rusia ke Hong Kong saat itu hanya mencapai 3,3 ton.
Peningkatan arus emas tersebut mencerminkan perubahan jalur perdagangan Rusia setelah invasi ke Ukraina pada 2022.
Sebelumnya, Rusia mengandalkan sejumlah pasar utama di Barat untuk menjual hasil produksi emasnya.
Namun, akses tersebut semakin terbatas setelah negara-negara Barat memberlakukan berbagai sanksi terhadap Rusia.
“Hong Kong telah muncul sebagai pusat penting bagi perdagangan Rusia-China sejak invasi skala penuh terjadi,” kata konsultan senior Gatehouse Advisory Partners, Vita Spivak, dikutip CNBC International, Selasa (6/10/2026).
Menurut Spivak, sebagian besar emas Rusia yang masuk ke Hong Kong kemudian mengalir ke China daratan.
Hal ini dimungkinkan karena China tidak memberlakukan sanksi terhadap emas Rusia.
“Wilayah ini menyediakan akses langsung ke pasar konsumen emas terbesar di dunia,” ujarnya.
Dalam tujuh bulan pertama 2026, emas asal Rusia menyumbang hampir 15 persen dari total impor emas non-moneter Hong Kong.
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 2021 ketika emas Rusia hanya menyumbang sekitar 0,6 persen dari impor emas non-moneter Hong Kong.
Sebelum perang Rusia-Ukraina, Inggris merupakan salah satu tujuan utama ekspor emas Rusia.
Pada 2019 hingga 2021, ekspor emas Rusia ke Inggris setara dengan sekitar dua pertiga dari total produksi tambang Rusia.
Namun, kondisi tersebut berubah setelah London Bullion Market Association (LBMA) menangguhkan status enam perusahaan pemurnian emas dan perak Rusia dari daftar Good Delivery pada Maret 2022.
Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah negara Barat lainnya kemudian memberlakukan pembatasan terhadap emas Rusia sehingga akses ke pasar tradisional Barat semakin tertutup.
“Fakta bahwa data resmi Hong Kong dengan jelas menunjukkan lonjakan tajam impor emas Rusia mencerminkan bentuk dukungan dan perdagangan bilateral yang berulang kali disyukuri oleh Putin kepada Xi,” kata Direktur Riset BullionVault, Adrian Ash.
“Ekspor emas Rusia ke Inggris dan negara-negara Barat yang menerapkan sanksi tentu saja anjlok,” tambahnya.
Hong Kong kemudian menjadi salah satu jalur alternatif bagi perdagangan emas Rusia menuju pasar Asia.
Baca Juga: Kontrak Freeport Diperpanjang, Investasi 40 Miliar Dollar AS
Wilayah tersebut sejak lama berfungsi sebagai pintu masuk emas batangan ke China daratan.
Selain itu, infrastruktur penyimpanan, kliring, dan perdagangan emas di Hong Kong terus dikembangkan untuk memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan logam mulia di kawasan.
Meski Shanghai mengambil sebagian pangsa pasar dalam beberapa tahun terakhir, Hong Kong kembali memperkuat perannya dalam perdagangan emas regional.
Arus emas Rusia ke Hong Kong juga terjadi ketika China meningkatkan pembelian logam mulia.
Data S&P Global menunjukkan cadangan emas resmi China bertambah lebih dari 40 ton pada paruh pertama 2026.
Pada saat yang sama, Bank Sentral China (PBOC) dan konsumen domestik terus meningkatkan pembelian emas sebagai aset penyimpan nilai.
