Trump Sebut Pengguna Istilah AI sebagai Musuh, Ada Apa?
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait penggunaan istilah artificial intelligence (AI). Ia menyebut pihak yang masih menggunakan istilah tersebut, alih-alih super intelligence (SI), sebagai musuh.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Kamis (8/10/2026). Menurutnya, istilah SI lebih tepat untuk menggambarkan teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang.
“Gedung Putih menganggap siapa pun yang menggunakan istilah ‘Kecerdasan Buatan’ (Artificial Intelligence), alih-alih istilah baru yang lebih akurat dan telah diterima luas, yaitu ‘Kecerdasan Super’ (Super Intelligence), Perubahan istilah AI ke SIsebagai MUSUH!” tulis Trump, seperti dikutip Politico.
Dorongan untuk mengganti istilah AI menjadi SI menjadi bagian dari upaya Trump membangun citra yang lebih positif terhadap teknologi tersebut. Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, penggunaan dan pengawasan teknologi ini juga memicu perdebatan di kalangan anggota parlemen serta pakar.
Baca Juga : Trump Janji Akan Kembali Serang Iran Sebelum Pemilu AS
Kekhawatiran antara lain berkaitan dengan keamanan siber. Sejumlah kasus yang dilaporkan melibatkan agen AI yang diduga mengakses situs pemerintah secara ilegal hingga meretas situs perusahaan di berbagai wilayah.
Gedung Putih Ubah Istilah AI Menjadi SI
Trump selama ini menolak desakan untuk memperketat pengembangan AI. Ia justru menilai teknologi tersebut membawa manfaat bagi dunia dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga keamanan nasional.
Trump juga beranggapan bahwa istilah super intelligence lebih mencerminkan kemampuan teknologi tersebut. Gagasan ini mulai diikuti sejumlah eksekutif di industri teknologi.
Gedung Putih bahkan telah memperbarui situs resminya dengan menghapus penyebutan AI dan menggantinya dengan SI. Namun, alamat situs tersebut masih menggunakan domain ai.gov.
Perubahan juga terlihat pada halaman utama situs Gedung Putih. Keterangan mengenai AI Action Plan diganti dengan rujukan pada perintah eksekutif Trump yang mendorong penggunaan istilah super intelligence.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa AS tidak boleh memperlambat pengembangan teknologi AI terdepan atau frontier AI. Menurutnya, pembatasan pengembangan teknologi tersebut dapat membuat AS tertinggal dari China dalam persaingan global.
Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa negara yang memenangkan perlombaan AI akan memiliki keunggulan besar di tingkat dunia.
Elon Musk Ikut Ganti Nama
Dorongan Trump untuk mengubah penyebutan AI menjadi SI turut mendapat respons dari Elon Musk. Ketika seorang pengguna X bertanya apakah perusahaan AI miliknya, SpaceXAI, akan berganti nama menjadi SpaceXSI, Musk menjawab bahwa perubahan tersebut akan dilakukan.
Baca Juga : Trump Klarifikasi Ucapan LA dan San Diego
Pada Kamis, Trump juga memberikan Penghargaan Sains Nasional kepada Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang. Penghargaan itu merupakan salah satu bentuk pengakuan tertinggi pemerintah AS atas pencapaian di bidang sains dan teknik.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa dorongan penggunaan istilah SI tidak hanya muncul dalam komunikasi resmi Gedung Putih, tetapi juga mulai mendapat respons dari sejumlah tokoh industri teknologi.
