Irak Tutup Perbatasan dengan Iran di Tengah Tekanan AS
Irak menutup pos perbatasan Al Sheeb dengan Iran mulai Rabu (21/10/2026) pagi hingga waktu yang belum ditentukan.
Penutupan tersebut terjadi di tengah desakan Amerika Serikat (AS) kepada pemerintah Irak untuk membatasi akses perbatasan dengan Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
Sumber di otoritas perbatasan Irak mengonfirmasi bahwa penutupan saat ini hanya berlaku untuk pos Al Sheeb.
“Pos perbatasan Al Sheeb ditutup sejak pagi ini hingga waktu yang belum ditentukan,” ujar sumber tersebut kepada AFP, tanpa menjelaskan alasan spesifik di balik keputusan itu.
Media resmi lembaga peradilan Iran, Mizan Online, juga membenarkan informasi penutupan tersebut. Media itu menyebut keputusan diambil menyusul instruksi dari kantor Perdana Menteri Irak.
Baca Juga: Prabowo Sebut Dunia Penuh Krisis, Konflik, serta Perang Dagang
AS Desak Irak Tutup Lebih Banyak Perbatasan
Dua sumber politik mengungkapkan kepada AFP bahwa pemerintah AS mendesak Irak menutup seluruh pos perbatasannya dengan Iran.
Salah satu sumber mengatakan, Departemen Keuangan AS menyampaikan permintaan tersebut kepada Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi ketika ia berada di New York bulan lalu untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Departemen Keuangan AS menyampaikan hal ini kepada (Perdana Menteri Irak Ali) Al Zaidi saat berada di New York bulan lalu untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB,” kata sumber tersebut.
Sumber itu juga menjelaskan rencana penutupan sejumlah pos perbatasan Irak dengan Iran ke depannya.
“Semua pos perbatasan akan ditutup, kecuali satu pos di wilayah federal dan satu pos di wilayah Kurdistan,” tuturnya, merujuk pada wilayah Kurdistan yang berstatus semiotonom.
Sumber politik lainnya menyebut tekanan Washington tidak hanya ditujukan kepada Irak, tetapi juga negara-negara lain yang berbatasan dengan Iran.
“Amerika Serikat meminta semua negara yang berbatasan dengan Iran untuk melakukan hal yang sama,” kata sumber tersebut.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sejak perang pecah pada Februari 2026. Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap berbagai entitas yang dituduh memiliki keterkaitan dengan Iran.
Baca Juga: Ekspor Minyak Teluk Persia Lampaui Level Sebelum Perang
Di sisi lain, Irak dan Iran memiliki hubungan politik, agama, dan ekonomi yang erat. Kedua negara berbagi perbatasan sepanjang lebih dari 1.400 kilometer dengan sedikitnya delapan pos perbatasan resmi.
Selain menghadapi gangguan di perbatasan dengan Irak, Iran juga melaporkan hambatan arus keluar-masuk di perbatasannya dengan negara tetangga lain, termasuk Pakistan.
Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Iran Ali Zeinivand membenarkan adanya gangguan tersebut pada Rabu.
“Terkait Pakistan, ya, memang ada gangguan dalam pertukaran lintas batas dengan beberapa negara tetangga,” ujar Zeinivand.
Ia menambahkan, gangguan arus lintas batas tidak selalu berkaitan dengan konflik atau sanksi.
“Beberapa gangguan ini terjadi secara alami dan muncul pada periode-periode tertentu, bahkan saat tidak ada perang maupun sanksi,” pungkasnya.
