Prabowo: Mata Uang, Ekspor-Impor, dan Beras Jadi Senjata
Presiden Prabowo Subianto menyoroti perubahan dinamika geopolitik dunia yang membuat instrumen ekonomi dan pangan semakin berperan dalam persaingan antarnegara. Menurutnya, mata uang, aktivitas ekspor-impor, hingga beras kini dapat digunakan sebagai senjata untuk mencapai kepentingan tertentu.
“Politik ekonomi sosial pertahanan tidak bisa dipisahkan, sekarang mata uang jadi senjata, sekarang ekspor-impor jadi senjata, sekarang pangan jadi senjata, beras jadi senjata,” ungkap Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga : IHSG Anjlok di Bawah 5.000, Danantara Siap Investasi Saham BUMN
Prabowo menilai kondisi global saat ini memperlihatkan bahwa kekuatan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan suatu negara. Ia menyebut negara yang tidak memiliki kekuatan memadai berisiko menghadapi ancaman serius di tengah persaingan internasional.
“Yang tidak kuat kita lihat apa yang terjadi di Timur Tengah dimana-mana yang tidak kuat akan punah,” bebernya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pentingnya menjadikan persatuan nasional sebagai prinsip utama dalam berpolitik. Ia menyebut gagasan tersebut telah lama disampaikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, meskipun pada masanya sempat mendapat kritik dan cemoohan.
Baca Juga : Investasi Tembus Rp 3.923 Triliun di 2 Tahun Era Prabowo-Gibran
“Saudara-saudara apa yang dicanangkan oleh presiden pertama kita Bung Karno dulu dicemooh kan tapi ada satu benang merah, yaitu keyakinan beliau usaha beliau untuk selalu menjaga persatuan nasional,” serunya.
Prabowo: Mata Uang, Ekspor-Impor, dan Beras Jadi Senjata

[…] Prabowo: Mata Uang, Ekspor-Impor, dan Beras Jadi Senjata […]