Kemenko PM Genjot UMK Lewat Pasar 1001 Malam, Mulai dari Aset Tidur BUMN
Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tengah menyiapkan program Pasar 1001 Malam, sebuah inisiatif yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Program ini memanfaatkan ‘aset tidur’ milik pemerintah dan BUMN yang selama ini tidak digunakan secara optimal.
Lahan-lahan tersebut akan diubah menjadi pusat bisnis, ruang kreatif, dan area usaha dengan biaya sewa terjangkau, sehingga UMKM dapat mengakses ruang usaha tanpa beban biaya tinggi.
Program Pasar 1001 Malam sendiri akan dikembangkan dalam bentuk creative compound, yang nantinya dikelola oleh pihak ketiga melalui mekanisme kerja sama resmi.
Baca Juga: Ekspor Tumbuh Positif 66 Bulan, Ini Kata Ketua Kadin Indonesia – Economix
“Kita sebut sebagai Pasar 1001 Malam, di mana fasilitas tempat-tempat pemerintah yang nganggur, idle, tapi di lokasi strategis dipinjamkan untuk UMKM, display, dan festival. Nah, kita ingin dorong 1001 titik untuk itu,” kata Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (10/12/2025).
Untuk diketahui, program Pasar 1001 Malam digagas karena kontribusi UMKM dan sektor ekonomi kreatif yang besar, namun manfaatnya belum dirasakan secara merata. Saat ini, pendapatan bersih pelaku usaha rata-rata hanya sekitar Rp 2 juta per bulan. Kesenjangan tersebut terjadi salah satunya akibat tingginya biaya sewa lahan, yang bisa mencapai Rp 782.000 per meter persegi.
Karena itu, pemerintah berencana memanfaatkan aset negara dan BUMN yang tidak produktif agar dapat digunakan oleh UMKM melalui program Pasar 1001 Malam.
Cak Imin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan untuk menjalankan program ini demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Ia juga optimistis Pasar 1001 Malam dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat UMKM merupakan penopang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Cak Imin menambahkan, pemerintah berkomitmen menyediakan ruang yang memadai bagi UMKM agar bisa naik kelas. Salah satunya dengan menyediakan tempat untuk memamerkan produk. Ia menilai banyak pelaku UMKM kesulitan mengikuti pameran besar karena biayanya tinggi.
Dengan hadirnya Pasar 1001 Malam, diharapkan menjadi ajang pameran alternatif yang lebih terjangkau dan dapat diakses masyarakat luas.
Tahap awal pengembangan program ini akan dimulai di kota-kota yang memiliki aset tidur milik PT Pos Indonesia dan PT KAI, terutama di kawasan perkotaan dengan potensi pasar besar dan kebutuhan ruang usaha yang lebih terjangkau. Selanjutnya, pengembangan akan diperluas ke daerah lain berdasarkan hasil pendataan aset serta minat investor.
Program Pasar 1001 Malam ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 2021 Pasal 60, yang mengharuskan kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, hingga pihak swasta menyediakan sedikitnya 30% dari total luas area komersial mereka sebagai ruang promosi bagi Usaha Mikro dan Kecil.
Baca Juga: Danantara Desak Himbara Kejar Skala DBS dan HSBC – Economix

[…] Kemenko PM Genjot UMK Lewat Pasar 1001 Malam, Mulai dari Aset Tidur BUMN […]