Ekspor Tumbuh Positif 66 Bulan, Anindya Bakrie Ajak Pelaku Usaha Genjot Ekspor Pasca-CEPA
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, menegaskan pentingnya memperkuat kinerja ekspor nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Anin menyoroti capaian positif ekspor Indonesia yang terus menunjukkan tren pertumbuhan. Anin menyebut ekspor nasional telah mencatatkan pertumbuhan positif selama 66 bulan berturut-turut, dengan perolehan 38 miliar dolar AS hingga Oktober 2025.
“Menurut saya itu suatu prestasi yang patut dibanggakan dan disyukuri, mengingat dunia sekarang penuh dengan dinamisme geopolitik,” ujar Anin dalam siaran pers, dikutip Rabu (10/12/2025).
Baca Juga: Pemprov DKI Optimistis Ekonomi Jakarta Tumbuh hingga 5,6 Persen di Akhir 2025 – Economix
Anin menekankan bahwa ekspor harus menjadi tujuan utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Kadin, kata Anin, bahkan melakukan perencanaan pembangunan industri dengan cara “menghitung mundur dari ekspor”, yakni menentukan apa yang dibutuhkan pasar global, lalu membangun industri yang relevan.
“Ekspor ini lintas sektoral. Bukan hanya industrinya dan lapangan kerjanya, tapi ujungnya ekspor meningkatkan devisa,” jelas Anin.
Untuk itu, Anin mengajak Kadin dan GPEI bekerja lebih erat untuk mendorong perluasan industri, peningkatan jumlah pelaku usaha, hingga pelibatan UMKM. Selain itu, Anin juga menegaskan pentingnya modernisasi data, termasuk pengolahan data yang lebih intelijen, prediktif, dan mendukung analisis skenario.
Menurut Anin, dunia usaha jika diibaratkan sebagai ayam, maka harus dijaga agar tidak stres, sehingga dapat terus bertelur, yang bermakna menghasilkan kegiatan ekonomi dan lapangan kerja.
Dua tulang punggung Kadin lanjut Anin, yakni asosiasi/himpunan dan Kadin provinsi, disebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan produktivitas dunia usaha. Kolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan otoritas fiskal juga diperlukan untuk menciptakan kepastian sekaligus kenyamanan berusaha.
“(Ibarat) Ayam ini harus tidak boleh stres, kalau stres tidak bisa bertelur. Jadi peserta ekonomi ini harus diberikan bukan hanya kepastian tapi kenyamanan. Tentu hukum dan pajak mesti diterapkan, tapi teman-teman ini juga butuh kenyamanan,” ujar Anin.
Meski mengakui Indonesia memiliki banyak tantangan, Anin menegaskan bahwa negara lain menghadapi persoalan serupa atau bahkan lebih kompleks.
Karena itu, Anin mengajak seluruh pelaku usaha untuk tetap optimistis dan melanjutkan kerja kolaboratif agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, bahkan menuju 6-8 persen dalam jangka panjang.
“We are on the right track. Banyak tantangan, tapi seperti kita lihat dalam sejarah, siklus ini selalu trending-nya naik. Saya yakin dengan bantuan Bapak Ibu (GPEI), kita bisa mencapai pertumbuhan di atas 5%, lalu 6, 7, 8% dan tentu ujungnya membawa lapangan kerja dan sama-sama bisa sejahtera,” tutup Anin.
Baca Juga: Mentan Panggil Pengusaha Soal Lonjakan Harga Telur – Economix

[…] Ekspor Tumbuh Positif 66 Bulan, Anindya Bakrie Ajak Pelaku Usaha Genjot Ekspor Pasca-CEPA […]