AS Tetapkan Kartel Kolombia Clan del Golfo Sebagai Organisasi Teroris
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump secara resmi menetapkan kartel narkoba Kolombia, Clan del Golfo (AGC), sebagai Organisasi Teroris Asing dan Global pada 16 Desember 2025.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan kelompok itu sebagai organisasi kriminal yang kejam dan kuat yang mendanai kekerasan melalui perdagangan kokain dan bertanggung jawab atas serangan teroris di Kolombia.
Langkah ini meningkatkan tekanan terhadap jaringan narkotika Amerika Latin sekaligus memperuncing ketegangan dengan pemerintahan Presiden Kolombia Gustavo Petro yang berhaluan kiri.
Baca Juga: Trump Paksa Ukraina Serahkan Donbas ke Rusia sebagai Syarat Mutlak Akhir Perang – Economix
“Clan del Golfo bertanggung jawab atas serangan teroris terhadap pejabat publik, aparat penegak hukum dan personel militer, serta warga sipil di Kolombia,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS, dilansir The Associated Press, dikutip pada Rabu (17/12/2025).
Ketegangan AS-Kolombia telah memanas dalam beberapa bulan terakhir. Pada September 2025, AS memasukkan Kolombia dalam daftar negara yang gagal bekerja sama dalam perang narkoba untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun.
Eskalasi berlanjut pada Oktober 2025 ketika AS menjatuhkan sanksi langsung terhadap Presiden Petro, menuduhnya membiarkan kartel narkoba berkembang pesat.
Petro membantah keras dan menegaskan Kolombia justru mencapai rekor penyitaan kokain tanpa kekerasan ekstrem.
Keputusan AS ini secara ironis bertabrakan dengan proses perdamaian dalam negeri Kolombia. Clan del Golfo yang diperkirakan memiliki 9.000 kombatan dan beroperasi di sepertiga wilayah munisipal Kolombia sedang menjalani perundingan damai dengan pemerintah sejak September 2025.
Bahkan, awal Desember 2025, kedua pihak menandatangani kesepakatan di Qatar yang mengatur pembentukan zona khusus bagi kombatan mulai Maret 2026 dan penangguhan ekstradisi pemimpinnya ke AS selama perundingan.
Baca Juga: Presiden AS Soroti Merger Dua Raksasa Hiburan Dunia – Economix
Analis International Crisis Group Elizabeth Dickinson menilai langkah AS ini sebagai sinyal politik yang bertujuan mendorong sikap lebih keras dari pemerintah Kolombia terhadap AGC.
Dickinson menyatakan ketegangan bilateral berada pada level tertinggi dalam sejarah. Secara hukum, penetapan ini memperkuat kerangka untuk tindakan AS terhadap AGC, meski tidak secara otomatis mengizinkan serangan militer langsung.
“Ketegangan antara Kolombia dan Washington berada pada level tertinggi dalam sejarah,” ujarnya.
Pemerintahan Trump memiliki preseden serupa dengan menetapkan kelompok kriminal Venezuela sebagai teroris sebelum melancarkan operasi militer terkait narkoba.
Ketegangan terus berlanjut dengan pernyataan terbaru Trump bahwa Petro bersikap cukup bermusuhan terhadap AS. Keputusan ini mencerminkan pendekatan konfrontatif Trump terhadap pemerintahan sayap kiri di kawasan, sekaligus menempatkan kebijakan perdamaian Petro dalam tekanan diplomatik dan keamanan yang kompleks.
Baca Juga: AS Mau Buat ‘Geng’ Baru Dunia Isinya 5 Negara, Siapa Aja? – Economix

[…] AS Tetapkan Kartel Kolombia Clan del Golfo Sebagai Organisasi Teroris […]
[…] AS Tetapkan Kartel Kolombia Clan del Golfo Sebagai Organisasi Teroris […]