NATO Terguncang! Trump Siapkan Pasukan Demi Akuisisi Greenland, Denmark: Tidak Dijual!
Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan sekutu NATO meningkat tajam setelah Gedung Putih secara terbuka menyatakan tidak mengecualikan penggunaan kekuatan militer dalam upaya mengambil alih Greenland.
Wilayah otonom milik Denmark di Arktik tersebut kini menjadi fokus utama kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, yang menyebut akuisisi wilayah itu sebagai prioritas keamanan nasional guna menangkal pengaruh Rusia dan China.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam pernyataannya kepada AFP pada Selasa (6/1/2026), menegaskan bahwa Presiden sedang mengeksplorasi berbagai opsi untuk menguasai Greenland.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer Amerika Serikat selalu menjadi opsi yang berada dalam kewenangan panglima tertinggi,” tegas Leavitt.
Ancaman ini muncul meskipun pemerintah Denmark dan Greenland telah berulang kali menyerukan dialog melalui pertemuan tingkat menteri sepanjang tahun 2025 untuk meluruskan apa yang mereka sebut sebagai “kesalahpahaman”.
Minat Trump terhadap Greenland kembali mencuat setelah intervensi militer AS di Venezuela yang berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu lalu. Trump mengisyaratkan bahwa keputusan terkait Greenland mungkin akan diambil sekitar dua bulan lagi, setelah situasi di Venezuela dianggap stabil.
Kawasan Arktik ini dinilai strategis karena cadangan mineral tanah jarang yang melimpah serta potensi jalur pelayaran baru akibat mencairnya es kutub.
Merespons tekanan tersebut, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan kembali bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual dan masa depannya hanya ditentukan oleh rakyat Greenland.
“Atas dukungan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya,” tulis Nielsen di media sosial.
Baca Juga: AS dan Venezuela Diam-diam Jajaki Pembukaan Kembali Ekspor Minyak Mentah – Economix
Denmark juga membantah klaim Trump mengenai ketidakmampuan mereka menjaga keamanan wilayah tersebut, dengan merujuk pada peningkatan investasi keamanan sebesar 90 miliar kroner atau sekitar US$14 miliar dalam setahun terakhir.
Saat ini, Amerika Serikat sendiri sudah memiliki satu pangkalan militer di wilayah berpenduduk 57.000 jiwa tersebut.
Langkah Washington memicu reaksi kolektif dari para pemimpin Eropa. Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, dan Spanyol secara resmi menyatakan kesiapan mereka membela kedaulatan dan keutuhan wilayah Denmark.
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan PM Inggris Keir Starmer, menekankan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya dan keamanan Arktik merupakan isu krusial bagi keamanan internasional.
Meskipun tensi memanas, upaya perundingan masih dilakukan secara tertutup. Macron dan Starmer mencoba meredam ketegangan saat bertemu utusan khusus Trump di Paris.Macron menyatakan sulit membayangkan skenario di mana Amerika Serikat akan melanggar kedaulatan Denmark. Namun, pakar keamanan dari Royal Danish Defence College, Marc Jacobsen, menilai ambisi aneksasi Trump terhadap Greenland sebagai narasi berulang yang terus diputar sejak masa jabatan pertamanya.
Baca Juga: Raksasa Minyak AS Enggan Masuk ke Venezuela, Sebut Strategi Trump Utamakan Retorika – Economix

[…] NATO Terguncang! Trump Siapkan Pasukan Demi Akuisisi Greenland, Denmark: Tidak Dijual! […]