Iran Menuding Campur Tangan Intelijen Asing di Balik Gelombang Protes
Otoritas Iran semakin menegaskan keyakinan bahwa kerusuhan yang melanda negaranya tidak lepas dari campur tangan asing. Pemerintah Iran menilai kekuatan eksternal yang terlibat, memicu dan memperparah aksi protes yang terjadi di berbagai wilayah.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Senin mengalihkan perhatian publik dari persoalan ekonomi domestik dan penanganan perbedaan pendapat ke arah musuh geopolitik lama negaranya, yakni Israel dan Amerika Serikat.
Dalam wawancara yang dilakukan dengan televisi pemerintah IRIB, Pezeshkian menuding pihak yang sama pernah menyerang Iran dalam konflik singkat dengan Israel pada Juni tahun lalu, di mana saat ini kembali berupaya memperkeruh situasi melalui isu ekonomi.
Ia mengklaim bahwa aktor asing telah melatih individu di dalam dan luar negeri, serta membawa kelompok bersenjata dari luar Iran. Pemerintah juga menuding adanya serangan terhadap fasilitas umum, termasuk pasar di kota Rasht di Iran utara, serta pembakaran tempat ibadah.
Di tengah situasi tersebut, spekulasi mengenai kemungkinan intervensi asing secara langsung semakin menguat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berulang kali memberi sinyal kesiapannya untuk mengambil langkah militer, meski belum merinci bentuk tindakan yang akan dilakukan.
Baca Juga : Setelah Klaim Swasembada, Petani Minta Ekspor Beras Ditunda?
Pernyataan serupa juga muncul dari Israel. Seorang menteri sayap kanan Israel pekan lalu menyebut bahwa negaranya memiliki kemampuan operasional di wilayah Iran dan memahami cara menyiapkan serangan. Meski tidak secara jelas menyatakan adanya upaya menggulingkan pemerintahan Iran, pernyataan itu memperkuat dugaan keterlibatan Israel di balik layar.
Media Israel yang dikenal dekat dengan pemerintahan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, juga melaporkan bahwa aktor asing berada di balik dugaan persenjataan terhadap para demonstran di Iran, yang disebut telah menyebabkan korban di pihak pasukan keamanan. Dugaan tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pejabat tinggi Amerika Serikat yang secara terbuka mengakui keberadaan agen Israel yang beroperasi di Iran.
Musuh Israel
Bagi banyak warga Israel, Iran dipandang sebagai ancaman paling serius dibandingkan musuh regional lainnya.
Pemerintahan Netanyahu secara konsisten menuding Tehran berada di ambang pengembangan senjata nuklir dan menjadi aktor utama di balik dukungan terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan dengan Israel di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah analis menilai, narasi ancaman Iran telah menjadi faktor pemersatu dalam politik domestik Israel. Mereka melihat adanya kebutuhan akan musuh eksternal yang jelas di tengah ketegangan internal masyarakat Israel.
Baca juga: Bukan Incar Minyak, Trump Bidik “Senjata Rahasia” Venezuela Ini!
Israel sendiri memiliki rekam jejak panjang operasi intelijen rahasia di Iran. Operasi-operasi tersebut diketahui menargetkan program nuklir dan rudal Iran, termasuk penempatan agen serta sistem persenjataan di dalam wilayah negara tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, intelijen Israel juga dikaitkan dengan serangkaian pembunuhan tokoh-tokoh penting Iran, termasuk ilmuwan nuklir dan figur politik tingkat tinggi.
Pada konflik Juni lalu, Israel disebut mampu melancarkan operasi dari dalam wilayah Iran, termasuk merakit dan meluncurkan drone, yang menunjukkan tingkat penetrasi intelijen yang dalam. Sejumlah pengamat menilai kemampuan tersebut tidak mungkin tercapai tanpa jaringan agen yang aktif di lapangan.
Analis keamanan internasional berpendapat bahwa situasi domestik Iran yang rapuh akibat protes berkepanjangan, tekanan sanksi ekonomi, praktik korupsi, serta jatuhnya korban jiwa telah melemahkan kohesi internal negara tersebut. Kondisi ini dinilai membuka celah bagi infiltrasi dinas intelijen asing.
Di tengah kekacauan dan pembatasan akses internet di Iran, sejumlah pengamat menilai aktivitas intelijen asing justru menjadi lebih mudah dilakukan. Mereka berpendapat bahwa aktor-aktor eksternal akan berupaya memanfaatkan situasi tersebut untuk memastikan gelombang protes tidak mereda, bahkan berpotensi meningkat.
Baca Juga : 6 Proyek Baru Direncanakan Prabowo untuk Februari Ini, Apa Saja?

[…] Iran Menuding Campur Tangan Intelijen Asing di Balik Gelombang Protes […]
[…] Iran Menuding Campur Tangan Intelijen Asing di Balik Gelombang Protes […]