Bagaimana AS dan Israel Jadi Sekutu Kuat? Ini Sejarahnya
Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel telah terjalin sejak 1948, tepat setelah berdirinya negara Israel. Saat itu, Presiden ke-33 AS, Harry Truman, menjadi pemimpin dunia pertama yang secara resmi mengakui Israel.
Dalam perkembangannya, AS juga menjadi negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada tahun 2017, yang semakin menegaskan kedekatan hubungan kedua negara.
Sejak awal, AS memberikan dukungan besar kepada Israel, baik dalam bentuk bantuan militer maupun finansial. Dukungan ini mencakup penyediaan persenjataan serta bantuan ekonomi yang berperan penting dalam pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Israel.
Baca Juga : Ini Berbagai Sektor di RI yang Terdampak Perang Timur Tengah
Berdasarkan informasi dari Departemen Luar Negeri AS, hubungan kedua negara didasari oleh kesamaan nilai seperti demokrasi, stabilitas ekonomi, dan keamanan kawasan. Kesamaan kepentingan ini menjadikan hubungan bilateral mereka sangat erat.
Israel merupakan mitra strategis utama bagi AS, dan sebaliknya, AS menjadi sekutu paling penting bagi Israel. Selain itu, AS juga secara konsisten mendorong solusi damai bagi konflik Israel-Palestina serta memperluas normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab melalui inisiatif seperti Abraham Accords.
Hubungan Ekonomi Bilateral
Kerja sama ekonomi antara AS dan Israel berkembang pesat dari waktu ke waktu. Nilai perdagangan barang dan jasa antara kedua negara kini mencapai hampir US$50 miliar per tahun.
Sejak penandatanganan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) pada 1985, AS menjadi mitra dagang terbesar Israel. Volume perdagangan pun meningkat signifikan hingga delapan kali lipat sejak saat itu.
Sebagai gambaran, pada 2019 ekspor barang AS ke Israel mencapai US$14,7 miliar, sementara impor dari Israel sebesar US$19,6 miliar. Untuk sektor jasa, ekspor AS tercatat sekitar US$5,7 miliar dan impor mencapai US$7,4 miliar.
Untuk memperkuat hubungan ekonomi, kedua negara rutin menggelar forum Joint Economic Development Group setiap tahun guna membahas peluang kerja sama dan inisiatif ekonomi baru.
Kerja Sama Keamanan AS–Israel
Aspek keamanan menjadi fondasi utama dalam hubungan AS dan Israel. Komitmen ini tercermin dari kerja sama pertahanan yang kuat, termasuk Nota Kesepahaman (MOU) senilai US$38 miliar yang disepakati pada 2016.
Dalam kerangka tersebut, AS setiap tahun mengalokasikan sekitar US$3,3 miliar untuk pembiayaan militer asing serta US$500 juta untuk program pertahanan rudal.
Selain bantuan finansial, kedua negara juga aktif melakukan latihan militer bersama, pengembangan teknologi pertahanan, serta kolaborasi dalam menghadapi ancaman keamanan regional melalui berbagai forum strategis.
Kerja Sama Politik, Ilmiah, dan Budaya
Selama beberapa dekade, AS juga menjadi pendukung utama Israel dalam forum internasional, khususnya terkait isu keamanan dan kedaulatan. Dukungan ini kerap memicu dinamika hubungan dengan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah.
Di luar sektor politik dan keamanan, kerja sama juga mencakup bidang ilmiah, teknologi, dan budaya. Hal ini diwujudkan melalui berbagai lembaga bilateral seperti Binational Science Foundation (BSF), Binational Agricultural Research and Development (BARD), dan Binational Industrial Research and Development (BIRD).
Keseluruhan kerja sama ini menunjukkan bahwa hubungan AS dan Israel tidak hanya terbatas pada aliansi militer, tetapi juga mencakup berbagai sektor strategis yang saling menguntungkan.
Baca Juga : Mengapa Harga Emas Hampir Selalu Naik Saat Perang?

[…] Bagaimana AS dan Israel Jadi Sekutu Kuat? Ini Sejarahnya […]
[…] Bagaimana AS dan Israel Jadi Sekutu Kuat? Ini Sejarahnya […]