Selain Selat Hormuz, Apakah Saudi Cs Punya Jalur Lain untuk Ekspor Minyak?
Arab Saudi sebagai salah satu eksportir minyak terbesar dunia mulai mengalihkan jalur distribusi minyaknya dari Selat Hormuz ke jalur pipa yang terhubung dengan Pelabuhan Yanbu di kawasan Laut Merah.
Mengutip laporan Bloomberg, perusahaan energi nasional Saudi Aramco berencana memaksimalkan penggunaan kapasitas pipa tersebut hingga 7 juta barel per hari. Namun, kemampuan distribusi melalui jalur ini masih terbatas karena Pelabuhan Yanbu hanya mampu menangani sekitar 5 juta barel minyak per hari.
Risiko Serangan Tetap Mengintai Jalur Alternatif
Meskipun jalur pipa menjadi alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, risiko keamanan tetap tinggi. Iran dilaporkan telah menjadikan fasilitas kilang di Yanbu sebagai salah satu target potensial.
Baca Juga : Prabowo Singgung Under Invoicing saat “Bersih-bersih” Pajak dan Bea Cukai
Selain itu, kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman juga mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah Laut Merah.
Di sisi lain, Uni Emirat Arab turut memanfaatkan jalur pipa alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Namun, pelabuhan Fujairah yang menjadi ujung jalur pipa dari ladang minyak negara tersebut ke Teluk Oman dilaporkan sempat terganggu akibat serangan drone.
Iran Gunakan Jalur Alternatif ke Laut Mediterania
Sementara itu, Iran juga mulai kembali mengalirkan minyak melalui jalur pipa yang menghubungkan wilayah Kurdistan semi-otonom ke pelabuhan Pelabuhan Ceyhan di Turki, yang berbatasan dengan kawasan Laut Mediterania.
Namun demikian, kapasitas jalur tersebut hanya mampu menyalurkan sebagian kecil dari total volume minyak yang biasanya dikirim Iran melalui kawasan Teluk Persia.
Selat Hormuz Tetap Jadi Jalur Vital Perdagangan Energi Dunia
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur strategis bagi distribusi minyak global karena menampung sekitar seperempat perdagangan minyak dunia. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas pelayaran di jalur tersebut hampir terhenti akibat meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga : MBG Bisa Efisiensi Rp 40 Triliun, Purbaya Ungkap Laporan BGN
Sejumlah negara eksportir minyak utama seperti Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Qatar, serta Uni Emirat Arab selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk mengirim minyak mentah ke berbagai negara, terutama di kawasan Asia.
Meski begitu, tidak semua negara memiliki jalur alternatif. Kuwait, Qatar, dan Bahrain hingga saat ini masih bergantung sepenuhnya pada Selat Hormuz, karena belum memiliki jaringan pipa lain untuk mendukung ekspor minyak mereka.

[…] Selain Selat Hormuz, Apakah Saudi Cs Punya Jalur Lain untuk Ekspor Minyak? […]