Efisiensi MBG Bisa Tembus Rp40 Triliun, Purbaya Ungkap Laporan BGN
Rencana efisiensi anggaran program makan bergizi gratis (MBG) mulai dibahas pemerintah di tengah tekanan ekonomi global.
Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya risiko akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang berdampak pada harga serta pasokan energi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa efisiensi tersebut diusulkan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun, usulan ini disebut belum menjadi keputusan final dan masih dalam tahap pembahasan.
Baca Juga: Prabowo Sebut Negara Tidak Rugi soal Mineral RI Diincar Trump
Usulan Pengurangan Hari Penyaluran MBG
Purbaya menjelaskan, salah satu langkah efisiensi yang diusulkan adalah mengurangi hari penyaluran MBG.
Dari sebelumnya enam hari dalam sepekan, program ini direncanakan hanya berjalan lima hari.
“Kan MBG juga akan melakukan beberapa efisiensi,” ujar Purbaya.
Ia menyebut, pengurangan tersebut dilakukan dengan menghentikan penyaluran pada hari Sabtu.
“Sabtu diberhentikan kalau enggak salah. Dia kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang 5 hari, enggak tahu diumumin apa belum, tapi dia ngomong seperti itu,” kata Purbaya.
Menurutnya, langkah ini merupakan inisiatif dari BGN untuk menyesuaikan kondisi fiskal saat ini.
Efisiensi tersebut juga belum masuk dalam total penghematan anggaran nasional sebesar Rp 81 triliun yang sebelumnya ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: BBM Dinilai untuk Orang Kaya, Prabowo Dorong Kendaraan Listrik
Potensi Penghematan Capai Rp 40 Triliun
Purbaya menyebut, efisiensi satu hari penyaluran MBG berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun dalam setahun. Perhitungan tersebut berasal dari estimasi Badan Gizi Nasional.
“Tapi bisa lebih dan bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini. Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi,” terang Purbaya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih berupa usulan dan belum diputuskan secara resmi.
“Jadi itu belum dihitung yang masuk sekitar Rp 80 triliun. Dia hanya bilang bisa segini, ya udah jalanin aja pak, tapi kira-kira dengan itu saja bantalan kita masih cukup,” kata dia.
Ia menambahkan, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden setelah menerima laporan dari BGN.
“Dan itu bukan saya, waktu rapat antara lain Kepala MBG bilang seperti itu, saya enggak ngerti hitungannya, tapi dia bilang kira-kira seperti itu, saya bisa ini, ini, ini, ya sudah kalau gitu, yang penting kan ini ada efisiensi dan anak sekolah masih bisa makan cukup,” tegas dia.
Purbaya juga membuka kemungkinan kebijakan ini dijalankan jika kondisi ekonomi semakin tertekan.
“Tapi potensi itu ada, kalau kepepet ya itu dijalankan kan dapat Rp 40 triliun sendiri, kata dia ya, ini dipotong sehari selama setahun, kan anggaran setahun horizon nya,” pungkas dia.
Baca Juga: Prabowo Ultimatum Pejabat: Bersihkan Dirimu atau Dibersihkan!
