Pertalite Stabil, Apakah Pertamax akan Naik per April 2026?
Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami perubahan hingga 31 Maret 2026. PT Pertamina (Persero) menetapkan harga Pertalite tetap di Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipertahankan di level Rp6.800 per liter.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, akan mengalami penyesuaian mulai 1 April 2026. Kebijakan ini mengikuti pergerakan harga energi di pasar global, berbeda dengan BBM bersubsidi yang dijaga stabil untuk melindungi daya beli masyarakat.
Harga Pertamax Berpotensi Naik, Namun Besaran Kenaikan Belum Dipastikan
Di sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, dan sebagian Sumatera, harga BBM non subsidi saat ini masih bervariasi. Pertamax dipasarkan dalam kisaran Rp12.300 hingga Rp12.900 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo berada pada rentang Rp13.100 hingga Rp13.650 per liter.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan kewenangan badan usaha masing-masing, dan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia.
Selain Pertamax, harga BBM jenis Dex, seperti Dexlite dan Pertamina Dex juga menunjukkan perbedaan di berbagai wilayah. Saat ini, harga kedua jenis BBM tersebut berada dalam kisaran Rp14.200 hingga Rp15.100 per liter.
Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti biaya distribusi serta kondisi geografis di masing-masing daerah.
Baca Juga : Prabowo Klaim Posisi RI Aman, Alasannya Karena Tak Punya Musuh
Isu Kenaikan Pertamax Rp 17.850 Beredar di Media Sosial
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan harga Pertamax akan melonjak hingga Rp 17.850 per liter mulai April 2026. Informasi tersebut juga menyebut adanya kenaikan harga pada Pertamax Green serta Pertamax Turbo, yang memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Menanggapi kabar tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak berasal dari sumber resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, pihak Pertamina belum mengumumkan adanya perubahan harga BBM untuk periode 1 April 2026.
Pertamina juga menghimbau masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi melalui kanal komunikasi perusahaan, termasuk situs resmi perusahaan. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Stabilnya BBM Subsidi Dinilai Jaga Daya Beli Masyarakat
Tetap stabilnya harga BBM bersubsidi dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk beradaptasi di tengah potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang perubahan harga energi yang dipicu dinamika global.
Fluktuasi harga BBM yang terjadi saat ini juga mencerminkan perkembangan pasar energi yang terus berubah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah, maupun badan usaha terkait untuk mengetahui perkembangan harga terbaru.
Baca Juga : Trump Sebut Iran Sudah Menyerah pada Tuntutan AS!

[…] Pertalite Stabil, Apakah Pertamax akan Naik per April 2026? […]