Klaim Trump Jadi Sorotan, Iran Disebut Sudah Menyerah pada Tuntutan AS
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus berkembang di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan pernyataan terbaru Presiden Donald Trump yang mengklaim adanya kemajuan dalam tuntutan yang diajukan Washington kepada Teheran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Air Force One, Minggu (29/3/2026), Trump menyebut Iran telah memenuhi sebagian besar tuntutan yang diajukan AS untuk mengakhiri perang, meski belum ada kejelasan soal proses negosiasi yang berlangsung.
Baca Juga: Trump Mengaku Bisa Ambil Minyak Iran secara Mudah
Trump Klaim Iran Penuhi Sebagian Tuntutan AS
“Mereka memberi kami sebagian besar poin. Mengapa tidak?” kata Trump, dilansir dari Al Arabiya.
“Kami akan meminta beberapa hal lain,” lanjut dia, tanpa merinci konsesi apa saja yang telah diberikan oleh Iran.
Secara terbuka, Iran diketahui menolak 15 poin syarat gencatan senjata dari AS yang disampaikan melalui perantara di Pakistan, dan justru mengajukan lima syarat balasan, termasuk mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz.
Dalam wawancara terpisah dengan Financial Times, Trump juga mengungkapkan keinginannya untuk mengambil alih sumber daya minyak Iran.
“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan: ‘Mengapa Anda melakukan itu?’ Tetapi mereka orang bodoh,” ujar dia.
Langkah tersebut dinilai berisiko tinggi karena akan melibatkan operasi militer besar, termasuk potensi invasi ke Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor utama minyak Iran sekaligus lokasi pangkalan angkatan lautnya.
Trump pun mengakui bahwa penguasaan wilayah tersebut akan membutuhkan kehadiran militer AS dalam jangka waktu tertentu.
Baca Juga: IKN Selesai Bangun Istana Wapres, Kapan Gibran Mulai Ngantor?
Negosiasi Berjalan di Tengah Peningkatan Kekuatan Militer
Di sisi lain, Trump menyebut perang berpotensi berakhir “segera”, terutama karena dampak ekonomi yang dapat menjadi beban politik bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu November.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses negosiasi tidak menghalangi kemungkinan tindakan militer lanjutan.
“Kita berjalan sangat baik dalam negosiasi itu,” kata Trump.
“Tetapi Anda tidak pernah tahu dengan Iran, karena kita bernegosiasi dengan mereka, dan kemudian kita selalu harus menghancurkan mereka,” lanjut dia.
Sementara itu, ribuan pasukan AS dilaporkan telah dikerahkan ke Timur Tengah, termasuk tim penyerang amfibi yang tiba pada Sabtu serta anggota Divisi Lintas Udara ke-82 yang tengah dalam perjalanan.
Upaya diplomasi juga dilakukan oleh sejumlah negara, seperti Pakistan, Arab Saudi, dan Turki, yang menggelar pertemuan untuk mencari jalan keluar dari konflik.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan bahwa “baik Iran maupun AS telah menyatakan kepercayaan mereka pada Pakistan” untuk menjadi tuan rumah pembicaraan di masa depan, meski belum ada indikasi kesiapan kedua pihak untuk bertemu.
Dalam perkembangan lain, Trump menyatakan bahwa AS telah mencapai tujuannya untuk menggulingkan rezim Iran, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan awal perang.
Putranya, Mojtaba Khamenei, disebut telah mengambil alih kekuasaan.
“Kita berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari siapa pun yang pernah berurusan sebelumnya,” tutur Trump.
“Ini adalah kelompok orang yang sama sekali berbeda. Jadi saya akan menganggap itu sebagai perubahan rezim. Dan terus terang, mereka sangat masuk akal,” pungkas dia.
Baca Juga: Israel Terus Bombardir dan AS Siap Invasi Darat, Iran Siapkan Kejutan

[…] Klaim Trump Jadi Sorotan, Iran Disebut Sudah Menyerah pada Tuntutan AS […]