APBN Masih Aman! Purbaya Ungkap Tabungan Negara Rp420 T
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa kondisi fiskal Indonesia masih memiliki ruang yang cukup luas untuk menghadapi tekanan ekonomi global. Tekanan tersebut dipicu oleh dampak konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Konflik tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi stabilitas fiskal nasional, karena memicu fluktuasi harga minyak mentah dunia. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diketahui cukup sensitif terhadap perubahan harga minyak global, terutama karena adanya alokasi besar untuk subsidi dan kompensasi energi.
Meski demikian, Purbaya memastikan bahwa lonjakan harga minyak mentah yang menyentuh level US$100 per barel sampai akhir tahun, masih dapat ditangani tanpa melanggar batas defisit yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.
Baca Juga : Menlu Iran Yakin AS Tidak Berani Melakukan Invasi, Kenapa?
“Jadi ruang kita masih terbuka lebar sebetulnya. Jadi anda enggak usah takut dengan kondisi APBN,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Purbaya menjelaskan, bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah efisiensi serta realokasi anggaran untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan harga energi yang meningkat.
Menurutnya, dampak dari kenaikan harga energi hanya berpotensi mendorong defisit APBN menjadi sekitar 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 2,68 persen PDB, namun masih berada di bawah batas maksimal 3 persen yang diatur dalam undang-undang.
“Kalau dari 2,68 persen ke 2,9 persen kan 0,12 persen dari PDB. Tidak besar-besar amat,” ungkap Purbaya.
Langkah-langkah pengelolaan anggaran yang lebih efisien diharapkan mampu menahan tekanan fiskal agar tetap terkendali meskipun harga energi global terus berfluktuasi.
Selain menjaga defisit tetap terkendali, pemerintah juga memiliki cadangan anggaran yang dapat dimanfaatkan jika kondisi ekonomi semakin tertekan.
Baca Juga : Harga BBM Batal Naik, Purbaya Sebut Pertamina Tanggung Beban?
Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun. Namun, dana tersebut hanya akan digunakan jika situasi benar-benar mendesak.
“Kalau kepepet saya punya SAL Naik ke Rp 420 triliun, tapi itu enggak akan kepakai kalau kepepet banget, jadi kondisi keuangan negara kita amat baik, punya bantalan yang cukup,” ucap Purbaya.
Dengan adanya cadangan fiskal tersebut, pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas keuangan negara meskipun menghadapi tekanan dari dinamika ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik.

[…] APBN Masih Aman! Purbaya Ungkap Tabungan Negara Rp420 T […]